sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Isu siswa SMA kritik MBG sempat viral di media sosial setelah seorang pelajar mengaku diberhentikan dari jabatan Ketua OSIS karena menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, fakta terbaru mengungkap bahwa cerita tersebut tidak benar.

Siswa bernama Bayu Elnino akhirnya memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa narasi yang sebelumnya ia sampaikan hanyalah karangan.

Siswa SMA Kritik MBG Bukan Ketua OSIS

Dalam video klarifikasi yang beredar, Bayu secara terbuka menyampaikan bahwa informasi yang ia sebarkan sebelumnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Pertama, di SMA kami tidak ada yang namanya organisasi OSIS. Kedua, saya tidak menjabat atau tidak mengikuti organisasi apa pun,” ujar Bayu.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah klaim bahwa dirinya pernah menjabat sebagai Ketua OSIS dan diberhentikan karena kritik terhadap program MBG.

Kasus siswa SMA kritik MBG ini juga mengungkap kesalahpahaman terkait organisasi siswa di sekolah Muhammadiyah.

Di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, organisasi kesiswaan tidak menggunakan istilah OSIS, melainkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Ketua PR IPM sekolah tersebut sebelumnya juga telah menegaskan bahwa Bayu tidak pernah tercatat sebagai pengurus IPM periode 2024/2025.

Hal ini semakin memperkuat bahwa klaim jabatan yang disampaikan sebelumnya tidak berdasar.

Bantah Dilengserkan karena Kritik MBG

Bayu juga menepis isu bahwa dirinya mengalami tekanan atau pelengseran akibat menyampaikan kritik terhadap program MBG.

“Tidak benar adanya pelengseran atau kudeta sama sekali. Tidak ada surat keputusan pemberhentian apa pun terkait diri saya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada tindakan dari pihak sekolah maupun pihak lain yang berkaitan dengan isu tersebut.

Sebelumnya, dalam narasi yang viral, Bayu sempat mengklaim bahwa dirinya mendapat tekanan setelah mengkritik program MBG.

Ia bahkan menyebut didatangi oleh oknum dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang memintanya mundur dari jabatan Ketua OSIS.

Selain itu, ia juga mengkritik program MBG dengan menyebut bahwa program tersebut dinilai membuang anggaran dan hanya menguntungkan pihak tertentu.

Namun, seluruh pernyataan tersebut kini telah dibantah sendiri oleh Bayu.

Minta Maaf ke Muhammadiyah dan BGN

Atas kegaduhan yang terjadi akibat viralnya isu siswa SMA kritik MBG, Bayu menyampaikan permintaan maaf kepada berbagai pihak.

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada Muhammadiyah sebagai institusi pendidikan serta Badan Gizi Nasional (BGN) yang sempat terseret dalam narasi tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat meredakan polemik yang sempat berkembang di masyarakat.