Skor LBI di Sertifikat UTBK 2026 Kini Dipisah Saintek dan Soshum, Ini Penjelasan SNPMB!
HAIJAKARTA.ID- Skor LBI di Sertifikat UTBK 2026 kini dipisah Saintek dan Soshum, begini penjelasannya!
Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 resmi melakukan perubahan pada tampilan sertifikat UTBK SNBT tahun ini.
Salah satu perubahan yang paling menjadi sorotan adalah pemisahan skor Literasi dalam Bahasa Indonesia (LBI) menjadi dua kategori, yakni untuk rumpun saintek dan soshum.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada sertifikat UTBK 2026 yang dapat diunduh peserta mulai Selasa, 26 Mei 2026 pukul 15.00 WIB.
Langkah ini diambil setelah panitia melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SNBT tahun sebelumnya.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, menjelaskan bahwa pemisahan nilai dilakukan untuk menjaga keadilan dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Menurutnya, pada pelaksanaan SNBT sebelumnya muncul anggapan bahwa peserta dengan latar belakang saintek dianggap memiliki keuntungan lebih besar ketika memilih program studi dari rumpun sosial humaniora.
Karena itu, sistem penilaian diperbarui agar proses seleksi menjadi lebih proporsional.
“Semua sudah diantisipasi agar proses seleksi berjalan lebih fair,” ujar Eduart dalam konferensi pers pengumuman hasil SNBT 2026.
Evaluasi SNBT Jadi Dasar Perubahan
Panitia SNPMB menilai perubahan format skor LBI merupakan bagian dari penyempurnaan sistem seleksi nasional berbasis tes.
Evaluasi dilakukan setelah berbagai masukan dari peserta, sekolah, hingga masyarakat terkait mekanisme penilaian UTBK.
Pada sertifikat terbaru, peserta kini dapat melihat rincian nilai literasi yang disesuaikan dengan konteks soal saintek maupun soshum.
Dengan begitu, kemampuan peserta akan dinilai lebih spesifik sesuai bidang keilmuan yang dipilih saat mendaftar perguruan tinggi.
Kebijakan ini juga disebut menjadi upaya untuk mengurangi persepsi ketimpangan peluang antar peserta lintas jurusan.
Apa Itu Tes Literasi Bahasa Indonesia?
Tes Literasi Bahasa Indonesia atau LBI merupakan salah satu subtes penting dalam UTBK SNBT.
Tes ini tidak hanya mengukur kemampuan memahami bahasa Indonesia secara umum, tetapi juga kemampuan peserta dalam menganalisis, memahami, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi dari sebuah teks.
Dalam pelaksanaannya, soal-soal LBI dibagi ke dalam beberapa konteks, yakni:
- Konteks saintek, yang memuat topik fisika, kimia, dan biologi.
- Konteks soshum, yang berisi materi ekonomi, sejarah, dan sosiogeografi.
- Konteks personal, yang berkaitan dengan apresiasi sastra dan kehidupan sehari-hari.
Panitia SNPMB menjelaskan bahwa seluruh materi yang diujikan tetap mengacu pada kurikulum SMA/sederajat dengan tingkat kedalaman yang telah disesuaikan.
Tes LBI sendiri terdiri dari 30 soal dengan durasi pengerjaan sekitar 42,5 menit.
Sertifikat UTBK Bisa Dipakai untuk Banyak Keperluan
Selain digunakan untuk seleksi SNBT, sertifikat UTBK juga dapat dimanfaatkan peserta untuk berbagai kebutuhan lain, seperti seleksi mandiri perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Karena itu, peserta diimbau segera mengunduh dan menyimpan sertifikat UTBK setelah pengumuman hasil seleksi dirilis.
Dokumen tersebut menjadi salah satu berkas penting dalam proses pendaftaran jalur lanjutan.
Kecurangan UTBK 2026 Jadi Sorotan
Di tengah pengumuman hasil SNBT 2026, panitia juga menyoroti sejumlah kasus kecurangan selama pelaksanaan UTBK. Beberapa peserta diketahui menggunakan jasa joki hingga alat bantu komunikasi tersembunyi saat ujian berlangsung.
Panitia menegaskan bahwa peserta yang terbukti melakukan pelanggaran langsung dikenai sanksi tegas berupa blacklist dari seluruh jalur penerimaan perguruan tinggi negeri.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga integritas dan kredibilitas sistem seleksi nasional.
