Tabel KUR BRI April 2026: Pinjaman Rp40 Juta, Cicilan Ringan Mulai Rp792 Ribuan, Cek Rincian Lengkapnya
HAIJAKARTA.ID- Tabel KUR BRI April 2026 kembali menjadi salah satu solusi pembiayaan paling diminati oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Dengan skema bunga rendah yang ditetapkan pemerintah sebesar 6 persen per tahun, program ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk mendapatkan tambahan modal tanpa terbebani bunga tinggi seperti kredit komersial pada umumnya.
Salah satu simulasi yang banyak dicari masyarakat adalah pinjaman KUR BRI sebesar Rp40 juta.
Nominal ini dinilai cukup ideal untuk mengembangkan usaha skala kecil hingga menengah, baik untuk menambah stok barang, memperluas usaha, maupun meningkatkan kapasitas produksi.
Rincian Lengkap Simulasi Cicilan KUR BRI Rp40 Juta
Berdasarkan simulasi dengan bunga efektif 6 persen per tahun, berikut estimasi angsuran yang perlu dibayarkan setiap bulan:
- Tenor 12 bulan: Rp3.461.070
- Tenor 18 bulan: Rp2.347.399
- Tenor 24 bulan: Rp1.790.903
- Tenor 36 bulan: Rp1.235.084
- Tenor 48 bulan: Rp957.850
- Tenor 60 bulan: Rp792.048
Dari data tersebut terlihat jelas bahwa pilihan tenor sangat memengaruhi besaran cicilan bulanan. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka cicilan akan semakin ringan.
Namun, di sisi lain, total bunga yang dibayarkan selama masa pinjaman juga akan semakin besar.
Karena itu, calon debitur perlu mempertimbangkan secara matang antara kemampuan membayar cicilan bulanan dengan total biaya yang harus dikeluarkan hingga pinjaman lunas.
KUR BRI 2026: Bunga Tetap Rendah, Plafon Lebih Luas
Pada tahun 2026, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran besar untuk program KUR sebagai bagian dari strategi pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.
Suku bunga tetap dijaga di angka 6 persen per tahun agar tetap terjangkau bagi pelaku UMKM.
Secara umum, KUR BRI terbagi menjadi dua kategori utama:
1. KUR Mikro
- Plafon hingga Rp50 juta
- Tanpa agunan tambahan
- Cocok untuk usaha kecil dan pemula
2. KUR Kecil
- Plafon Rp50 juta hingga Rp500 juta
- Membutuhkan agunan sesuai ketentuan
- Ditujukan untuk usaha yang sudah berkembang
Melalui skema ini, BRI terus memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan (unbankable), sehingga mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Persyaratan Pengajuan KUR BRI 2026
Agar dapat mengajukan pinjaman KUR, calon debitur wajib memenuhi sejumlah persyaratan dasar, di antaranya:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dan merupakan individu (perorangan)
- Memiliki usaha produktif dan layak
- Usaha telah berjalan minimal 6 bulan secara aktif
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain
- Melengkapi dokumen administrasi seperti:
- KTP
- Kartu Keluarga (KK)
- Surat keterangan atau izin usaha
Untuk pinjaman dengan nominal lebih besar (KUR Kecil), biasanya diperlukan dokumen tambahan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), serta agunan sesuai kebijakan bank.
Cara Mudah Mengajukan KUR BRI
BRI memberikan kemudahan bagi calon debitur dengan menyediakan dua metode pengajuan, yaitu secara online dan offline.
Pengajuan Online
- Kunjungi situs resmi KUR BRI
- Login atau registrasi akun
- Isi data pribadi dan informasi usaha
- Unggah dokumen pendukung
- Lakukan simulasi angsuran
- Ajukan pinjaman dan tunggu proses verifikasi
Setelah pengajuan, pihak bank akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kelayakan usaha.
Pengajuan Offline
- Datang langsung ke kantor cabang BRI terdekat
- Membawa dokumen persyaratan lengkap
- Mengisi formulir pengajuan
- Mengikuti proses wawancara dan survei
Metode offline biasanya dipilih oleh masyarakat yang membutuhkan penjelasan langsung dari petugas bank.
Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Debitur
Meskipun tabel angsuran di atas dapat menjadi gambaran awal, penting untuk dipahami bahwa angka tersebut masih berupa simulasi. Besaran cicilan aktual bisa saja berbeda tergantung pada:
- Hasil analisis kredit dari pihak bank
- Profil risiko debitur
- Biaya tambahan (jika ada)
- Kebijakan internal bank
Oleh karena itu, calon debitur disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan pihak bank agar mendapatkan perhitungan yang lebih akurat.

