Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIAJAKARTA.ID – PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan bahwa pembangunan MRT Fase 2A untuk paket CP202 rute Harmoni–Mangga Besar yang memiliki panjang 1,8 kilometer kini sudah mencapai 60,2%.

Proyek ini ditargetkan selesai dan bisa beroperasi pada 2029.

Secara keseluruhan, MRT Fase 2A dibagi menjadi tiga paket pekerjaan. Pertama, CP201 yang meliputi jalur dari Bundaran HI, Thamrin, hingga Monas.

Kedua, CP202 yang menghubungkan Harmoni sampai Sawah Besar. Terakhir, CP203 yang mencakup jalur Glodok menuju Kota.

“Progres yang CP 202 per 25 November 2025 progres 60,2%,” kata Division Head of Project Management for Construction (PMC) 1 MRT Jakarta, Sony Desta, di Area Proyek Pembangunan Stasiun MRT Jakarta Sawah Besar, Kamis kemarin, dikutip dari Detik.

Terowongan Bertingkat CP202 MRT Jakarta

Pekerjaan di CP202 menjadi salah satu yang paling menantang.

Pasalnya, terowongan MRT pada paket ini dibuat dengan desain bertingkat atau stacked tunnel, berbeda dari jalur Senayan–Harmoni yang terowongannya dibangun sejajar.

Sony menjelaskan bahwa di Stasiun Harmoni, posisi terowongan masih berdampingan.

Namun saat masuk menuju Stasiun Sawah Besar, jalur mulai bersilangan hingga akhirnya berubah menjadi susunan atas-bawah.

Desain terowongan bertingkat ini otomatis memengaruhi bentuk dan konstruksi stasiunnya.

Dua stasiun yaitu Sawah Besar dan Mangga Besar harus dibangun lebih dalam, mencapai sekitar 28 meter, dan terdiri dari empat lantai untuk menyesuaikan struktur stacked tunnel tersebut.

“Kita bangun stasiun di bawah jalan Gajah Mada, sehingga desain yang kita susun itu adalah desain bertingkat. Jadi kalau kita lihat kedalaman dari stasiun ini, sampai level plafon terbawah itu 28 m. Ini mungkin jadi satu stasiun terdalam saat ini yang kita bangun,” ujar Sony.

Secara keseluruhan, stasiun di CP202 nantinya akan memiliki empat lantai:

  • Lantai B1 sebagai concourse, tempat penumpang tap-in, top-up kartu, dan mengakses fasilitas umum.
  • Lantai B2 dan B4 digunakan sebagai area peron dan terowongan MRT.
  • Lantai B3 menjadi area khusus layanan (service area), lokasi berbagai perangkat penting untuk operasional kereta yang tidak dibuka untuk publik.

Pembangunan yang Memakan Waktu Lama

Sony mengatakan bahwa desain terowongan bertingkat dipilih karena ruang yang tersedia di kawasan tersebut sangat terbatas.

Area ini dipenuhi gedung-gedung tinggi dengan struktur lama, sehingga menjadi tantangan besar dalam pembangunan MRT CP202.

“Untuk masuk area Harmoni itu masih kiri-kanan, karena di situ lebar jalan Gajah Mada cukup lebar, sehingga kita bisa desain kiri-kanan. Ketika masuk ke jalan Gajah Mada atau area Sawah Besar, ini space jalan mengecil,” jelasnya.

Pekerjaan untuk CP202 sudah dimulai sejak 2022 dan kini telah berjalan tiga tahun.

Saat ini, dua proses pengeboran terowongan dari Stasiun Sawah Besar menuju Stasiun Mangga Besar masih berlangsung.

Karena posisi terowongannya dibuat bertingkat, dua mesin Tunnel Boring Machine (TBM) yang digunakan TBM 1 di bagian bawah dan TBM 2 di bagian atas tidak bisa dioperasikan bersamaan.

TBM 1 diperkirakan selesai mengebor hingga Mangga Besar pada April 2026, sedangkan TBM 2 menyusul pada Juli 2026.

“Untuk target penyelesaian secara operasional keseluruhan, itu CP202 di akhir 2029 kita targetkan. Nanti di Agustus benar-benar, insyaallah kita bisa selesai pekerjaan tunnel untuk fase 2A,” ujar Sony.

Secara keseluruhan, proyek MRT Jakarta terdiri dari empat fase. Fase 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI) sudah beroperasi.

Sementara fase lainnya masih dalam tahap pembangunan atau penyiapan.

Adapun fase-fase tersebut meliputi:

  • Fase 2 Utara–Selatan (North–South Line) yang mencakup Fase 2A (Bundaran HI–Kota) dan Fase 2B (Kota–Ancol Barat).
  • Fase 3 (Cikarang–Balaraja) yang dikenal sebagai East–West Line.
  • Fase 4 (Fatmawati–TMII) yang masih dalam tahap persiapan.