TNI AU dan BMKG Berhasil Datangkan Hujan di Kalimantan, Lima Pesawat Dikerahkan Atasi Karhutla!
HAIJAKARTA.ID- Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
TNI Angkatan Udara (TNI AU) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi tersebut untuk membantu memicu hujan di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran dan kabut asap.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak lima pesawat TNI AU dikerahkan untuk mendukung penyemaian bahan modifikasi cuaca.
Operasi ini bertujuan meningkatkan peluang terjadinya hujan sehingga dapat membantu membasahi wilayah terdampak, mengurangi kondisi kering, serta mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas cukup deras telah mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada Minggu (25/10/2026) dan Senin (26/10/2026).
Menurut Hilman, turunnya hujan tersebut menjadi perkembangan penting dalam upaya membantu penanganan karhutla yang berpotensi menimbulkan kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Lima Pesawat TNI AU Dikerahkan dalam Operasi Modifikasi Cuaca
Untuk mendukung pelaksanaan OMC, TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat dengan tugas penyemaian bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasi di wilayah sasaran.
Pesawat NC-212 digunakan untuk melakukan penyemaian es kering atau dry ice dan garam natrium klorida (NaCl) di sekitar Palangka Raya.
Sementara itu, pesawat CN-295 dan C-130 diarahkan untuk mendukung operasi di beberapa wilayah lain, meliputi Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, hingga Kotawaringin Timur.
Penyemaian bahan tersebut merupakan bagian dari upaya modifikasi cuaca untuk membantu proses pembentukan atau perkembangan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai untuk disemai.
Koordinasi antara unsur penerbangan TNI AU dan BMKG menjadi bagian penting dalam menentukan wilayah sasaran serta waktu pelaksanaan penyemaian agar operasi dapat berlangsung secara optimal.
Logistik Udara Jadi Faktor Penting
Hilman menegaskan bahwa kelancaran rantai logistik udara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca.
Dukungan logistik yang terjaga memungkinkan armada pesawat menjalankan misi sesuai dengan momentum pembentukan awan di wilayah sasaran.
Menurutnya, pelaksanaan operasi membutuhkan koordinasi yang baik agar pesawat dapat menjangkau lokasi yang telah ditentukan dan melakukan penyemaian sesuai dengan kondisi cuaca yang mendukung.
Operasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara kemampuan penerbangan militer dan analisis meteorologi dalam mendukung penanganan bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan.
Hujan Diharapkan Membantu Penanganan Karhutla
Turunnya hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan serta mengurangi kondisi kering yang mendukung penyebaran api.
Hujan juga berpotensi membantu menekan sumber asap, meskipun efektivitasnya bergantung pada intensitas dan persebaran hujan serta kondisi kebakaran di lapangan.
Meski demikian, Operasi Modifikasi Cuaca bukan satu-satunya langkah yang diperlukan dalam penanganan karhutla.
Upaya pemadaman langsung, pemantauan titik api, pengawasan kawasan rawan kebakaran, dan koordinasi antarlembaga tetap dibutuhkan untuk mengendalikan kebakaran secara menyeluruh.
Keberhasilan operasi tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas sehari-hari.
