Tragis! Bocah 6 Tahun di Bogor Hanyut Saat Menemani Ibunya Mencuci, Ditemukan Tewas
HAIJAKARTA.ID – Nasib tragis menimpa seorang bocah perempuan berusia 6 tahun yang hanyut di Sungai Cianten, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengatakan korban ditemukan oleh warga saat proses pencarian hari kedua.
“Hari kedua, korban ditemukan oleh warga di sekitar galian pasir dalam keadaan meninggal dunia,” kata Adam pada Sabtu, (6/6/2026).
Ditemukan Sejauh 1 Kilometer dari Lokasi Hanyut
Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Bogor, korban ditemukan berjarak kurang lebih satu kilometer dari titik awal tenggelam di Sungai Cianten.
“Korban ditemukan dengan jarak kurang lebih 1 km dari titik korban tenggelam,” ungkap Adam.
Setelah ditemukan, petugas bersama warga langsung melakukan proses evakuasi sebelum menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hanyut Saat Menemani Ibunya Mencuci
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) siang. Saat itu korban diketahui ikut bersama ibunya yang sedang mencuci pakaian di sekitar sungai.
Menurut keterangan saksi, korban kemudian bermain dan berenang di sungai sebelum akhirnya terbawa arus.
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin, mengatakan korban sempat terlihat berenang sebelum hanyut.
“Menurut keterangan saksi, anak tersebut ikut dengan ibunya mencuci baju, lalu berenang dan hanyut,” kata Jalaluddin.
Pencarian Dilakukan Sejak Jumat
Setelah mengetahui korban hanyut, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Tim gabungan bersama warga kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Cianten.
Pencarian berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan pada Sabtu pagi. Pada hari kedua pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehingga operasi pencarian resmi dihentikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan terbuka, terutama saat arus sungai sedang deras dan kondisi cuaca tidak menentu.

