Ultah ke-58 Istri Sekda Kalsel Digelar dengan Tema “Kembali Muda”, Viral di Tengah Karhutla!
HAIJAKARTA.ID- Perayaan ulang tahun ke-58 Hj. Masrupah Syarifuddin, istri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi sorotan setelah dokumentasi acaranya beredar luas di media sosial.
Perayaan tersebut mengusung tema “Kembali Muda” dengan konsep para tamu mengenakan seragam putih abu-abu layaknya pelajar SMA.
Berdasarkan undangan yang beredar di media sosial, acara syukuran milad tersebut digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai, bertempat di Resto Lima Rasa, Jalan A. Yani Km 3,5, Banjarmasin.
Dalam sejumlah unggahan, tampak suasana perayaan yang dihadiri sejumlah perempuan yang disebut merupakan istri pejabat di lingkungan pemerintahan daerah.
Digelar Saat Karhutla Masih Jadi Perhatian
Perayaan tersebut kemudian menjadi perbincangan karena berlangsung ketika Kalimantan Selatan masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa sepanjang 1 Januari hingga 25 Agustus 2026, tercatat 1.903 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 9.088,75 hektare.
Selain itu, BPBD juga mencatat sebanyak 10.910 titik panas atau hotspot di wilayah Kalsel hingga periode tersebut.
Data hotspot tersebut berasal dari pemantauan SIPONGI Kementerian Kehutanan menggunakan sejumlah sumber satelit.
Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 388 kejadian dengan luas lahan terdampak sekitar 2.037,72 hektare.
Kota Banjarbaru tercatat mengalami 360 kejadian dengan luas terdampak 1.398,40 hektare, sementara Tanah Laut mencatat 301 kejadian dengan luas 1.661,77 hektare.
Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla masih menjadi perhatian pemerintah dan berbagai pihak di Kalimantan Selatan.
Kementerian Kehutanan juga menyatakan upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di Kalsel terus diperkuat melalui pemantauan hotspot, kesiapsiagaan, verifikasi lapangan, serta koordinasi lintas pihak.
Tema “Kembali Muda” Tuai Sorotan
Di tengah situasi tersebut, dokumentasi pesta ulang tahun Hj. Masrupah yang tersebar di media sosial memunculkan beragam tanggapan dari warganet.
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan kepantasan penyelenggaraan pesta dengan konsep tersebut ketika masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.
Kritik yang muncul terutama berkaitan dengan persoalan empati dan sensitivitas pejabat publik terhadap kondisi masyarakat.
Sebagian warganet menilai bahwa aktivitas pribadi memang merupakan hak setiap individu, tetapi figur yang berada di lingkungan pemerintahan tetap menjadi sorotan publik karena posisi dan lingkungan sosialnya.
Namun, kritik tersebut merupakan respons dan opini warganet di media sosial, bukan berarti terdapat pelanggaran hukum yang dilakukan dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Masrupah Syarifuddin Aktif di Organisasi Perempuan
Hj. Masrupah Syarifuddin diketahui menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sejumlah kegiatan pemerintahan daerah, Masrupah juga tercatat aktif dalam kegiatan organisasi perempuan dan kegiatan sosial di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.
Laman resmi Pemprov Kalsel mencatat kehadirannya dalam berbagai agenda DWP bersama jajaran pemerintah daerah.
Sementara itu, pemberitaan lain menyebut Masrupah juga sempat terlibat dalam kegiatan terkait penanganan karhutla, termasuk kegiatan sosial di posko karhutla.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa isu yang berkembang tidak semata mengenai keberadaan pesta, tetapi juga bagaimana aktivitas pejabat dan keluarga pejabat dipersepsikan publik ketika daerah sedang menghadapi bencana.
Publik Soroti Kontras Situasi
Peristiwa ini akhirnya memperlihatkan kontras yang menjadi perhatian warganet: di satu sisi pemerintah dan masyarakat masih menghadapi persoalan karhutla yang berdampak pada ribuan hektare lahan, sedangkan di sisi lain beredar dokumentasi perayaan ulang tahun dengan suasana meriah.
Hingga berita ini ditulis, sorotan yang berkembang terutama berasal dari percakapan dan unggahan di media sosial.
Karena itu, penting untuk memisahkan antara fakta penyelenggaraan acara, kondisi karhutla, dan opini publik yang muncul setelah dokumentasi tersebut viral.
Terlepas dari kontroversi yang berkembang, persoalan utama yang masih dihadapi Kalimantan Selatan adalah pengendalian karhutla.
BPBD Kalsel menegaskan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan pemantauan berkelanjutan, respons cepat, serta keterlibatan pemerintah, aparat, masyarakat, dan dunia usaha.

