Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Viral CCTV yang memperlihatkan anak kecil aniaya kucing di Lumajang menghebohkan media sosial setelah rekaman tersebut memperlihatkan aksi kekerasan terhadap hewan peliharaan warga hingga mati.

Peristiwa itu terjadi di kawasan perumahan Kota Lumajang, Jawa Timur pada Minggu (15/2/2026) dan memicu keresahan warga sekitar dan reaksi keras dari warganet.

Anak Kecil Aniaya Kucing di Lumajang Terekam CCTV Injak hingga Dilempar

Dalam video yang beredar, tampak dua anak laki-laki menghampiri seekor anak kucing di teras rumah warga. Salah satu anak mengenakan pakaian berwarna biru dan cokelat.

Namun, perhatian tertuju pada anak berbaju biru yang melakukan tindakan penganiayaan. Anak tersebut terekam menginjak anak kucing itu, lalu sempat pergi sebelum kembali dan menginjaknya berkali-kali. Tak berhenti di situ, kucing yang sudah tak berdaya tersebut kemudian dilemparnya.

Akibat kejadian itu, warga sekitar mengaku resah. Permasalahan kemudian dimediasi oleh pengurus RT/RW dengan mempertemukan kedua belah pihak keluarga.

Dalam proses mediasi tersebut sempat terjadi perdebatan. Namun, setelah keluarga pelaku menyaksikan langsung rekaman CCTV, mereka mengakui perbuatan anaknya dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak pemilik kucing dan akan mengganti rugi pasa bukan depan.

Akhirnya, persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga hubungan baik antarwarga di lingkungan tersebut.

Reaksi Warganet

Viralnya video tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak.

“Orang tua berperan, pola asuh dan didikan” tulis akun @fajarnasrul***

“Ya ampun kok bs bengis gt anak kecil?” tulis akun @karini_a***

“Menurut aku ini bukan masalah ganti rugi atau tidaknya yah, tapi gimana sikap anak kecil bisa sekejam itu ?? Semoga org tuanya peka bahwa ada sesuatu yg salah sama anak ini dan harus segera di tangani..” tulis akun @resti_ok***

“Kecil dah biadab gimana gedenya ntar?” tulis @sahapr***

Komentar-komentar tersebut menunjukkan keprihatinan publik terhadap perilaku anak yang dinilai tidak wajar serta pentingnya pengawasan dan pendidikan karakter sejak dini.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa selain penyelesaian secara administratif atau kekeluargaan, perhatian terhadap pembinaan moral dan empati anak juga menjadi hal yang tak kalah penting demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.