Viral Pria Disiram Air Keras di Jakbar Diduga Karena Tanding Bola, Pelaku Kabur
HAIJAKARTA.ID – Seorang pria menjadi korban penyiraman diduga air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Jalan Dharma Wanita V, RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu sore sekitar pukul 17.31 WIB.
Peristiwa penyiraman yang diduga air keras tersebut telah viral di media sosial, dan menuai beragam tanggapan dari warganet hingga ada yang memberikan informasi jika insiden tersebut diduga karena habis tanding bola.
Viral Pria Disiram Air Keras di Jakbar Diduga Karena Tanding Bola
Dalam video yang telah diunggah akun Instagram @warga.jakbar, korban terlihat mengenakan kaos merah belang dan celana pendek hitam saat mengendarai motor listrik berwarna biru.
Korban kemudian diikuti oleh dua terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor matic jenis scoopy. Salah satu pelaku yang mengenakan kaos putih, sementara pelaku lainnya memakai hoodie hitam.
Saat posisi kendaraan sejajar, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok mulut. Tiba-tiba, pelaku berhoodie hitam menyiramkan cairan dari botol yang diduga air keras ke arah korban.
Usai melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri. Korban kemudian menghentikan kendaraannya dan segera mendapat pertolongan warga sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Reaksi Warganet
Kasus ini menuai berbagai tanggapan dari warganet, terutama terkait perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi air keras agar tidak disalahgunakan.
“Sudah saatnya peredaran & jual beli air keras diperketat dan diawasi lebih teliti.” tulis akun @ramadhan***
Selain itu, ada warganet yang membagikan dugaan kronologi tambahan di lapangan, meski belum terkonfirmasi secara resmi.
“Cctv diambil dari punya warga, ada saksi suami istri, kronologinya katanya krn grgr abis tanding bola, sblmnya ada bbrp temen dr timnya jg udh diincer dan dicegat sambil bawa clurit tapi dibantu sm org dkt stasiun bojong” tulis @favoscorp***
Tak sedikit pula yang mendesak adanya aturan lebih tegas dari pemerintah serta penindakan keras terhadap pelaku kejahatan.
“Jangan ada normalisasi buat pelaku..untuk pemerintah harus ada aturan dalam pembelian air keras..” tulis @chapunk***
Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Lagi lidik. Masih di TKP, kita lagi mengumpulkan baket (bahan keterangan),” tutur Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, Minggu (26/4/2026) malam.
Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi penyiraman tersebut.

