Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI memastikan bahwa video yang beredar luas di media sosial!

Video itu diklaim memperlihatkan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti latihan merayap di saluran air hingga memegang senjata bukanlah dokumentasi kegiatan peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kemhan menegaskan narasi yang mengaitkan video tersebut dengan pelatihan calon manajer Koperasi Merah Putih adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

Kemhan Pastikan Video Bukan Dokumentasi Peserta SPPI

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa dua video yang viral sebenarnya merupakan dokumentasi kegiatan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan pelatihan peserta SPPI.

Menurutnya, dokumentasi tersebut kemudian disebarkan dengan narasi yang keliru sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kemhan menegaskan tidak ada kaitan antara video tersebut dengan pembekalan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.

Narasi Menyesatkan Beredar di Media Sosial

Dalam keterangannya, Rico menyebut dokumentasi Komcad ASN telah disalahartikan sebagai kegiatan peserta SPPI.

Akibatnya, informasi yang tidak sesuai fakta itu menyebar di berbagai platform media sosial maupun sejumlah media daring.

Kemhan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menerima informasi yang beredar di ruang digital.

Masyarakat diminta melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai ataupun membagikan sebuah konten agar tidak ikut menyebarkan hoaks.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mengutamakan informasi yang berasal dari sumber resmi pemerintah maupun instansi terkait.

Isi Video yang Viral

Video yang ramai diperbincangkan memperlihatkan puluhan peserta mengenakan seragam loreng dan helm berada di dalam saluran air beton yang dipenuhi genangan.

Para peserta tampak merayap dan bergerak berbaris mengikuti instruksi pelatih.

Sementara pada video lainnya terlihat peserta mengikuti latihan taktis menggunakan senjata. Tayangan tersebut kemudian dinarasikan sebagai bagian dari pelatihan calon manajer Koperasi Merah Putih.

Namun, Kemhan menegaskan bahwa aktivitas dalam video tersebut merupakan bagian dari pendidikan Komcad ASN sehingga tidak berkaitan dengan pelaksanaan Program SPPI.

Polemik Pelatihan Calon Manajer Kopdes Masih Menjadi Sorotan

Isu mengenai pelatihan calon manajer Koperasi Merah Putih masih menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, pelaksanaan latihan yang sempat mengadopsi konsep latihan militer menuai kritik dari berbagai pihak, terutama setelah muncul laporan peserta meninggal dunia selama mengikuti kegiatan.

Sejumlah lembaga, termasuk Komnas HAM dan Komnas Perempuan, turut mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pola pembekalan calon manajer koperasi agar lebih menitikberatkan pada peningkatan kompetensi manajerial dibandingkan pendekatan fisik maupun semi-militer.

Pemerintah sendiri telah melakukan penyesuaian terhadap program tersebut. Latihan militer dihapus, durasi pembekalan dipersingkat, serta materi pelatihan diarahkan pada penguatan kapasitas kepemimpinan, pengelolaan koperasi, dan wawasan kebangsaan.

Imbauan Kemhan

Kemhan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Di era digital, verifikasi informasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Masyarakat diharapkan selalu mengecek informasi melalui kanal resmi pemerintah maupun sumber berita yang kredibel sebelum menyebarkan kembali sebuah konten di media sosial.