sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Situasi mencekam akibat wabah hantavirus menyelimuti kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang kini tertahan di lepas pantai Cape Verde, Afrika Barat.

Kapal berbendera Belanda itu belum mendapat izin sandar setelah dugaan penyebaran virus langka menewaskan tiga penumpang.

Hingga Senin (4/5/2026), kapal yang membawa hampir 150 orang masih menunggu keputusan otoritas setempat terkait evakuasi penumpang dan kru yang sakit.

Kondisi ini membuat penanganan wabah hantavirus di atas kapal menjadi semakin krusial.

Kronologi Korban Wabah Hantavirus di Atas Kapal

Rentetan tragedi akibat wabah hantavirus ini bermula sejak pertengahan April. Berdasarkan laporan operator kapal Oceanwide Expeditions, korban pertama adalah pria asal Belanda berusia 70 tahun.

“Ia mengalami demam, sakit kepala, hingga nyeri perut sebelum akhirnya meninggal dunia di atas kapal pada 11 April,” demikian keterangan pihak operator.

Jenazah korban baru dapat diturunkan dua pekan kemudian di Saint Helena.

Peristiwa berlanjut ketika istrinya yang berusia 69 tahun dievakuasi ke Afrika Selatan.

“Korban sempat dibawa ke Bandara Internasional Johannesburg untuk dipulangkan, namun tiba-tiba kolaps dan kemudian meninggal dunia di rumah sakit,” lanjut pernyataan tersebut.

Korban ketiga adalah warga negara Jerman yang meninggal di atas kapal pada Sabtu (2/5/2026).

“Satu korban lainnya dilaporkan meninggal di atas kapal dan hingga kini jenazahnya masih berada di dalam kapal,” ungkap sumber resmi.

Kasus Positif dan Dugaan Penyebaran

Sejauh ini, baru satu pasien yang terkonfirmasi positif dalam wabah hantavirus melalui uji laboratorium.

Pasien merupakan pria asal Inggris yang kini dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang ICU di Afrika Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lima kasus lainnya, termasuk korban meninggal, memiliki gejala serupa.

Direktur Regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Henri P. Kluge, menegaskan bahwa virus ini tidak mudah menyebar antar manusia.

“Meskipun pada beberapa kasus penyakit ini bisa berat, penularannya antar manusia sangat jarang terjadi,” ujarnya.

“Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah dan tidak perlu ada kepanikan maupun pembatasan perjalanan,” sambungnya.

Kapal MV Hondius yang sedang menjalankan pelayaran Atlantic Odyssey dari Argentina menuju Arktik kini berada dalam situasi sulit. Otoritas Cape Verde belum memberikan izin penumpang untuk turun karena kekhawatiran penyebaran wabah hantavirus.

Pihak otoritas setempat masih menahan izin disembarkasi karena mempertimbangkan risiko kesehatan.

Di atas kapal, dua kru dilaporkan membutuhkan penanganan medis darurat.

“Kami tengah mempertimbangkan untuk mengalihkan rute menuju Kepulauan Canary jika izin tidak juga diberikan,” ujar perwakilan operator.

Otoritas kesehatan Afrika Selatan saat ini melakukan pelacakan kontak di Johannesburg guna mencegah potensi penyebaran lanjutan dari wabah hantavirus.