Waktu Pelaksanaan Sholat Tarawih yang Benar Menurut Ulama dan Dalil Sunnah, Simak Penjelasannya!
HAIJAKARTA.ID- Kapan waktu pelaksanaan sholat tarawih yang benar menurut para ulama? Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Salah satu ibadah yang paling identik dengan bulan suci ini adalah sholat Tarawih, sholat sunnah malam yang dikerjakan setelah sholat Isya hingga menjelang waktu fajar.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa sholat Tarawih termasuk ibadah sunnah yang memiliki rentang waktu cukup luas.
Artinya, umat Islam diperbolehkan melaksanakannya di awal malam setelah Isya maupun di waktu yang lebih larut, selama belum masuk waktu Subuh.
Rentang Waktu Sholat Tarawih Menurut Fikih Islam
Dalam kajian fikih yang banyak dirujuk ulama, sholat Tarawih dimulai setelah menunaikan sholat Isya dan berlangsung hingga terbit fajar.
Waktu ini tergolong waktu yang longgar (muwassa’), sehingga memberikan kemudahan bagi umat Islam menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Keterangan ini juga banyak disampaikan dalam berbagai literatur keislaman yang dikutip oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.
Dengan demikian, pelaksanaan Tarawih di awal malam tidaklah salah, begitu pula bila dikerjakan di penghujung malam.
Waktu yang Dinilai Paling Utama untuk Tarawih
Meski boleh dilakukan kapan saja di malam Ramadhan, para ulama menyebut ada waktu yang lebih utama (afdhal) untuk melaksanakan sholat Tarawih.
Sebagian ulama berpendapat, Tarawih lebih utama dilakukan setelah melewati sebagian awal malam.
Sementara pendapat lain menyebutkan waktu terbaiknya berada di sepertiga malam terakhir, waktu yang juga dikenal sebagai waktu utama untuk sholat Witir dan qiyamul lail.
Pelaksanaan Tarawih di waktu larut malam ini dinilai lebih mendekati praktik ibadah malam yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, yakni memperbanyak sholat di saat kebanyakan manusia terlelap.
Teladan Rasulullah dalam Sholat Malam Ramadhan
Dalam berbagai riwayat hadis, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ beberapa kali melaksanakan sholat malam bersama para sahabat hingga waktu sudah cukup larut.
Hal ini menjadi dasar bahwa menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah, termasuk Tarawih, memiliki keutamaan besar.
Hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha menerangkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah sholat malamnya lebih dari sebelas rakaat, termasuk Witir.
Sholat tersebut dilakukan dengan bacaan panjang dan penuh kekhusyukan.
Tarawih Awal Malam Tetap Sah dan Dianjurkan Berjamaah
Meski waktu larut malam dinilai lebih utama, para ulama menegaskan bahwa melaksanakan Tarawih di awal malam setelah Isya tetap sah dan sangat dianjurkan, terutama bila dilakukan secara berjamaah di masjid.
Sholat Tarawih berjamaah mengandung nilai kebersamaan, syiar Islam, serta memudahkan umat untuk konsisten beribadah, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan tenaga atau waktu di malam hari.
Karena itu, praktik Tarawih yang umum dilakukan di masjid-masjid setelah Isya bukanlah bentuk penyimpangan, melainkan bagian dari kemudahan dalam syariat Islam.
Kesimpulan: Fleksibel, Namun Ada Waktu yang Lebih Afdhal Secara ringkas, waktu pelaksanaan sholat Tarawih yang benar adalah:
- Dimulai setelah sholat Isya
- Berlangsung hingga menjelang Subuh
- Lebih utama jika dilakukan di waktu malam yang lebih larut
- Tetap sah dan berpahala bila dilakukan di awal malam, terutama berjamaah
Islam memberikan kelonggaran waktu sebagai bentuk rahmat bagi umatnya, tanpa menghilangkan keutamaan bagi mereka yang mampu menghidupkan malam Ramadhan lebih panjang dengan ibadah.
Semoga pemahaman ini membantu umat Islam menjalankan ibadah Tarawih dengan tenang, benar, dan penuh keberkahan sepanjang bulan suci Ramadhan. Wallahu a’lam bish-shawab.
