Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sebagian masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya permintaan masker, termasuk di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Di media sosial, sejumlah warga membagikan pengalaman ketika mencari masker melalui toko daring.

Beberapa pengguna mengaku menemukan harga masker yang mengalami kenaikan cukup signifikan, sementara sebagian produk lainnya disebut mulai sulit ditemukan atau bahkan kehabisan stok.

Fenomena tersebut salah satunya terlihat dalam unggahan akun media sosial Jakarta Keras.

Dalam unggahan yang beredar, tampak berbagai jenis masker sekali pakai, termasuk masker model duckbill 3-ply, yang menjadi salah satu barang yang diburu masyarakat.

Unggahan tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Warga diminta tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada masyarakat lain untuk mendapatkan masker.

Masker Diburu setelah Abu Vulkanik Menyebar

Meningkatnya minat masyarakat membeli masker tidak terlepas dari sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

BNPB sebelumnya melaporkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan sebaran abu vulkanik bersifat dinamis mengikuti arah angin serta kondisi cuaca.

Abu vulkanik telah terpantau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten dan kawasan Jabodetabek.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai mencari perlindungan tambahan, terutama bagi mereka yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.

Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Jika harus keluar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan kacamata untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara khusus menyarankan penggunaan masker KN95 apabila tersedia.

Namun, masyarakat yang tidak memiliki masker tersebut tetap dianjurkan menggunakan masker yang tersedia atau setidaknya menutup hidung dan mulut ketika berada di luar ruangan.

Harga Masker di Sejumlah Toko Online Ikut Disorot

Di tengah meningkatnya permintaan, persoalan harga masker turut menjadi perhatian masyarakat.

Sejumlah pengguna media sosial mengaku melihat harga masker di platform belanja daring mengalami perubahan.

Ada yang menyebut harga meningkat hampir dua kali lipat, bahkan terdapat pengalaman pengguna yang mengaku harga produk setelah pesanan dibatalkan meningkat berkali-kali lipat.

DetikHealth melaporkan seorang warga Depok mengaku mengalami pembatalan pesanan masker KN95 secara sepihak.

Produk yang sebelumnya dibeli dengan harga sekitar Rp1.650 per buah disebut berubah menjadi Rp16.500 per buah setelah pesanan dibatalkan.

Namun, kenaikan harga tersebut tidak terjadi pada seluruh penjual. Warga tersebut masih menemukan toko lain yang menjual masker dengan harga relatif normal.

Ia kemudian membeli satu pak masker seharga sekitar Rp17.000 serta masker cadangan dari minimarket.

Hal ini menunjukkan bahwa harga masker di pasaran dapat berbeda-beda, tergantung jenis masker, merek, jumlah isi dalam kemasan, stok, serta penjualnya.

Warga Diminta Tidak Panik dan Tidak Menimbun

Meningkatnya permintaan masker membuat masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying atau membeli dalam jumlah berlebihan.

Pembelian secara berlebihan berpotensi membuat stok masker lebih cepat habis dan menyulitkan masyarakat lain yang juga membutuhkan perlindungan dari abu vulkanik.

Pemerintah sendiri telah melakukan langkah antisipasi dengan menyediakan masker bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah Provinsi Banten, misalnya, menyiapkan 5.000 dus masker untuk didistribusikan melalui pemerintah kabupaten dan kota. Setiap dus berisi 50 masker.

Di sejumlah wilayah Tangerang, masyarakat juga dilaporkan mulai mendatangi toko masker setelah abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar.

Kondisi serupa juga terlihat di Jakarta Selatan. Sejumlah warga mulai mencari masker sebagai langkah perlindungan setelah sebaran abu vulkanik mencapai wilayah Jakarta.

Abu Vulkanik Perlu Diwaspadai

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel halus yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan dan menimbulkan berbagai keluhan, terutama bagi kelompok rentan.

Kementerian Kesehatan menyebut paparan abu vulkanik dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti ISPA, iritasi mata, dan gangguan pada kulit.

Anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis menjadi kelompok yang lebih rentan.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak panik, tetapi tetap waspada. Apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi.

Masyarakat yang harus keluar rumah dianjurkan memakai masker yang mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel halus, menggunakan kacamata, serta menghindari area dengan konsentrasi abu yang tinggi.

Selain itu, abu vulkanik yang menempel di rumah sebaiknya tidak langsung disapu ketika kondisinya kering karena dapat membuat partikel kembali beterbangan.

Kementerian Kesehatan menyarankan abu terlebih dahulu dibasahi dengan air sebelum dibersihkan.

Tetap Waspada, Jangan Ikut Panic Buying

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memang membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti masyarakat harus membeli masker secara berlebihan.

Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan dan memilih masker yang sesuai untuk melindungi saluran pernapasan.

Informasi mengenai perkembangan erupsi juga sebaiknya diperoleh dari sumber resmi pemerintah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Dengan kewaspadaan yang tepat, masyarakat dapat melindungi diri dari paparan abu vulkanik tanpa menimbulkan kepanikan maupun kelangkaan masker di pasarab.