Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Pengurangan sejumlah perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta mulai berdampak pada aktivitas penumpang.

Sejumlah pengguna mengaku harus mengubah jadwal keberangkatan dan berangkat lebih pagi agar tetap tiba di tempat kerja tepat waktu.

PT KAI Commuter melakukan penyesuaian perjalanan KRL mulai 7 September hingga 30 September 2026.

Dalam periode tersebut, sebanyak 12 perjalanan KRL pada relasi Jakarta-Bogor maupun Bogor-Jakarta mengalami pengurangan.

Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan perjalanan untuk mendukung aspek keselamatan dan operasional layanan KRL.

Penumpang dari Bogor Harus Berangkat Lebih Awal

Salah satu pengguna KRL, Dita Anggita (28), mengaku terdampak dengan perubahan jadwal tersebut.

Sebelumnya, Dita terbiasa menggunakan KRL yang berangkat dari Stasiun Bogor sekitar pukul 05.36 WIB.

Ia memilih perjalanan tersebut karena kereta hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Manggarai, sementara lokasi kerjanya berada di kawasan Tebet.

Dengan perjalanan yang biasa digunakannya kini tidak tersedia, Dita harus menyesuaikan kembali waktu keberangkatannya.

Ia kini berusaha sudah berada di Stasiun Bogor sekitar pukul 05.00 WIB. Perubahan tersebut membuatnya harus bangun sekitar setengah jam lebih awal dibandingkan kebiasaan sebelumnya.

Menurut Dita, berangkat lebih pagi menjadi pilihan agar tidak terlambat sampai kantor. Jika baru menggunakan perjalanan sekitar pukul 06.00 WIB, waktu tempuh dikhawatirkan tidak lagi cukup untuk mengejar jam masuk kerja.

Pengguna dari Cilebut Ikut Terdampak

Keluhan serupa disampaikan Fajar Saputra (29), pengguna KRL yang biasanya naik dari Stasiun Cilebut sekitar pukul 06.22 WIB.

Fajar sengaja memilih perjalanan tersebut karena memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh tempat duduk selama perjalanan.

Namun, setelah perjalanan yang biasa digunakannya dikurangi, Fajar harus mencari alternatif. Salah satu pilihannya adalah berangkat lebih awal dari Stasiun Bogor.

Pilihan tersebut membuat perjalanannya menjadi lebih panjang. Ia harus menuju Stasiun Bogor terlebih dahulu, kemudian kembali melewati Cilebut dalam perjalanan menuju Jakarta.

Kondisi itu membuat rutinitas perjalanan Fajar berubah. Sebelumnya ia cukup menunggu kereta di peron Stasiun Cilebut, tetapi kini harus berangkat lebih awal dan melakukan perjalanan tambahan menuju Bogor.

Pengurangan Perjalanan Berpotensi Membuat KRL Lebih Padat

Bagi pengguna KRL yang setiap hari mengandalkan transportasi massal untuk bekerja, perubahan jadwal tersebut tidak hanya berdampak pada waktu keberangkatan.

Berkurangnya jumlah perjalanan dapat membuat penumpang terkonsentrasi pada rangkaian kereta yang masih beroperasi. Akibatnya, kepadatan penumpang pada jam sibuk berpotensi meningkat.

Sejumlah pengguna juga mengeluhkan kondisi gerbong yang semakin penuh setelah adanya pengurangan perjalanan.

Situasi tersebut terutama dirasakan oleh penumpang yang tetap harus berangkat pada jam sibuk pagi.

PT KAI Commuter sebelumnya menjelaskan bahwa penyesuaian perjalanan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional dan keselamatan perjalanan.

Pengguna KRL pun diimbau memperhatikan jadwal terbaru sebelum berangkat agar dapat menyesuaikan waktu perjalanan.

Penumpang Diminta Menyesuaikan Jadwal

Dengan adanya perubahan tersebut, pengguna KRL relasi Bogor-Jakarta disarankan mengecek kembali jadwal perjalanan sebelum menuju stasiun.

Penyesuaian waktu keberangkatan menjadi penting, terutama bagi pekerja yang memiliki jam masuk kantor tetap.

Berangkat lebih awal dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengantisipasi kepadatan dan perubahan pola perjalanan selama masa penyesuaian.

Pengurangan 12 perjalanan ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, pengguna KRL perlu memperhatikan informasi resmi KAI Commuter terkait jadwal dan perubahan operasional.