265 Sekolah Rakyat Rampung Dibangun hingga Oktober 2026, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Akses Pendidikan!
HAIJAKARTA.ID- Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah terus menunjukkan perkembangan.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 265 Sekolah Rakyat dilaporkan telah selesai dibangun dan tersebar di 131 kabupaten/kota di berbagai wilayah Indonesia.
Keberadaan sekolah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, kelompok rentan, serta mereka yang sebelumnya mengalami putus sekolah atau belum mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan secara layak.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui Sekretariat Kabinet, program Sekolah Rakyat telah membuka kesempatan pendidikan bagi lebih dari 45.000 anak dari latar belakang anak jalanan dan kelompok yang tidak bersekolah.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga berupaya menjangkau anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan.
Menariknya, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar seperti sekolah pada umumnya.
Para peserta didik juga mendapatkan sejumlah fasilitas penunjang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari selama mengikuti pendidikan.
Fasilitas tersebut meliputi tempat tinggal atau asrama, penyediaan makanan bergizi, sarana olahraga, hingga layanan kesehatan.
Dengan adanya berbagai fasilitas tersebut, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih optimal tanpa harus terlalu terbebani oleh persoalan kebutuhan dasar yang selama ini menjadi salah satu hambatan dalam mengakses pendidikan.
Program Sekolah Rakyat sendiri mulai dilaksanakan secara bertahap sejak Juli 2025. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 500 Sekolah Rakyat hingga 2029.
Melalui target tersebut, program ini diharapkan mampu menjangkau sekitar 500.000 anak di berbagai daerah di Indonesia.
Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan pendidikan, terutama bagi anak-anak yang berasal dari lingkungan dengan keterbatasan ekonomi dan sosial.
Sebab, persoalan pendidikan tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan sekolah, tetapi juga menyangkut kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, akses transportasi, tempat tinggal, serta kebutuhan pendukung lainnya.
Melalui konsep pendidikan yang disertai fasilitas asrama dan pemenuhan kebutuhan dasar, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak untuk melanjutkan pendidikan.
Program ini juga diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang berhasil dibangun. Pemerintah juga perlu memastikan kualitas pembelajaran, ketersediaan tenaga pendidik, kelayakan fasilitas, serta keberlanjutan pendampingan bagi para siswa.
Dengan capaian 265 sekolah hingga Oktober 2026, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk merealisasikan target 500 sekolah pada 2029.
Perluasan jangkauan dan pemerataan kualitas layanan pendidikan menjadi hal penting agar manfaat Sekolah Rakyat benar-benar dapat dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan di seluruh Indonesia.
