Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- 4 Kasus Hantavirus ditemukan di Jakarta, Pemerintah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan!

Meski demikian, warga diminta tidak panik karena penyakit ini bukan merupakan virus baru dan sudah lama dipantau oleh otoritas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi langkah utama untuk mencegah penularan hantavirus di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan rumah maupun lingkungan sekitar, terutama area yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Selain itu, penggunaan masker juga dianjurkan ketika berada di lokasi yang berisiko terkontaminasi debu atau kotoran tikus.

Penularan Hantavirus Berasal dari Tikus

Dinkes DKI menjelaskan hantavirus ditularkan dari hewan pengerat, khususnya tikus, kepada manusia. Penularan dapat terjadi melalui air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan.

Virus juga bisa menyebar ketika partikel debu yang telah terkontaminasi terhirup manusia.

Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati saat membersihkan gudang, loteng, saluran air, maupun ruangan yang lama tidak digunakan.

“Yang penting bukan panik, tetapi tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat,” ujar Ani Ruspitawati saat memberikan keterangan di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).

Empat Kasus Ditemukan, Sebagian Pasien Sudah Sembuh

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dari empat kasus yang ditemukan, tiga pasien dilaporkan telah sembuh. Sementara satu lainnya masih dalam status suspek dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan kasus terus dilakukan guna mencegah penyebaran lebih luas.

Dinkes juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan tikus serta pentingnya sanitasi lingkungan.

Warga Diimbau Terapkan Langkah Pencegahan

Untuk menekan risiko penularan hantavirus, masyarakat dianjurkan melakukan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya:

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • Menutup akses masuk tikus ke dalam rumah
  • Menyimpan makanan di tempat tertutup
  • Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area kotor
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus atau kotorannya

Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, sesak napas, atau lemas setelah terpapar lingkungan kotor

Kasus Hantavirus Jadi Perhatian Nasional

Kemunculan kasus hantavirus belakangan juga menjadi perhatian di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Beberapa dinas kesehatan di berbagai wilayah sebelumnya turut mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada terhadap penyebaran virus tersebut.

Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan epidemiologi untuk memastikan kasus dapat terkendali dan tidak berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih luas.