sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Nilai TKA jadi penentu jalur prestasi SPMB 2026, hal ini telah ditegaskan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik sekaligus mendukung proses seleksi yang lebih adil dan terukur.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa nilai TKA nantinya tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi pembelajaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu indikator dalam proses seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi pada SPMB tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat meninjau pelaksanaan gladi bersih TKA di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMP Negeri 2 Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, hasil TKA akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan akademik siswa, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses penerimaan murid baru.

“Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu aspek penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur prestasi,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (11/3/2026).

Mata Pelajaran yang Diujikan dalam TKA

Dalam pelaksanaannya, Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SD dan SMP akan menguji dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.

Mu’ti menjelaskan bahwa pemilihan kedua mata pelajaran tersebut bertujuan untuk mengukur dua kemampuan dasar yang penting dalam pembelajaran, yaitu literasi dan numerasi.

Melalui ujian Bahasa Indonesia, pemerintah ingin mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami teks, membaca secara kritis, serta mengekspresikan gagasan secara tertulis.

Sementara itu, ujian Matematika dirancang untuk mengukur kemampuan numerasi, yaitu keterampilan berpikir logis, analitis, serta kemampuan memecahkan masalah yang berkaitan dengan angka dan perhitungan.

Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong agar seluruh peserta mengikuti TKA dengan sikap yang positif. Pemerintah mengangkat slogan “jujur dan gembira” sebagai semangat dalam pelaksanaan tes tersebut.

“Para murid diharapkan mengikuti TKA dengan semangat jujur dan gembira,” jelas Mu’ti.

Gladi Bersih TKA Digelar Mulai 9 Maret 2026

Sebelum pelaksanaan resmi, pemerintah mengadakan gladi bersih TKA untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik.

Kegiatan simulasi ini telah dimulai sejak 9 Maret 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 17 Maret 2026.

Informasi mengenai jadwal tersebut juga disampaikan melalui akun Instagram resmi @litbangdikbud, yang menyebutkan bahwa gladi bersih dilakukan selama sembilan hari untuk memastikan kesiapan sistem dan perangkat yang digunakan.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti gladi bersih TKA tahun ini sangat besar.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 4.452.973 siswa SD atau sederajat dan 4.207.509 siswa SMP atau sederajat tercatat mengikuti kegiatan simulasi tersebut.

Menurut Toni, jumlah peserta yang sangat tinggi menunjukkan bahwa satuan pendidikan dan peserta didik semakin memahami kebijakan evaluasi pembelajaran yang diterapkan pemerintah.

“Jumlah pendaftar Tes Kemampuan Akademik tahun ini menunjukkan tren yang sesuai dengan harapan dan perencanaan awal,” kata Toni dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa partisipasi yang tinggi ini mencerminkan meningkatnya kesiapan sekolah dan siswa dalam menghadapi sistem evaluasi baru yang tengah dikembangkan oleh pemerintah.

Tujuan Gladi Bersih TKA

Pelaksanaan gladi bersih dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan TKA berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan sistem digital, perangkat pendukung, hingga pemahaman pihak sekolah terhadap mekanisme pelaksanaan ujian.

Selain itu, gladi bersih juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi kendala teknis yang mungkin muncul saat pelaksanaan tes sebenarnya.

Dengan adanya simulasi ini, pemerintah berharap pelaksanaan TKA dapat berlangsung lebih lancar, tertib, dan transparan.

Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan

Ke depan, BSKAP menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap pelaksanaan TKA agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan nasional.

Toni menyatakan bahwa Tes Kemampuan Akademik merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memastikan bahwa sistem penilaian mampu mencerminkan kemampuan siswa secara lebih komprehensif.

Dengan integrasi hasil TKA dalam proses SPMB 2026 jalur prestasi, diharapkan seleksi penerimaan murid baru dapat berlangsung lebih objektif serta memberikan kesempatan yang adil bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik unggul.