Daftar Wilayah Berpotensi Tanah Longsor di Jakarta Maret 2026, Warga Diminta Waspada
HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merilis daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026 sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat.
Informasi ini disampaikan agar warga yang tinggal di kawasan rawan dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta, potensi gerakan tanah diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah ibu kota selama bulan Maret 2026.
Daftar Wilayah Berpotensi Tanah Longsor di Jakarta Maret 2026
Prakiraan daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026 disusun melalui analisis yang menggabungkan beberapa data penting.
Pemprov DKI Jakarta menjelaskan bahwa pemetaan tersebut dilakukan dengan metode tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan.
Pihak Pemprov menyampaikan bahwa pemetaan wilayah rawan gerakan tanah dibuat dari hasil overlay antara peta kerentanan gerakan tanah dengan prakiraan curah hujan yang bersumber dari BMKG.
“Prakiraan wilayah yang berpotensi mengalami gerakan tanah dibuat berdasarkan hasil tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG,” demikian keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, data kerentanan gerakan tanah juga mengacu pada informasi dari PVMBG atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Dalam daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026, sejumlah kecamatan di Jakarta Selatan masuk dalam kategori zona menengah.
Wilayah yang termasuk dalam kategori tersebut meliputi:
- Kecamatan Cilandak
- Kecamatan Jagakarsa
- Kecamatan Kebayoran Baru
- Kecamatan Kebayoran Lama
- Kecamatan Mampang Prapatan
- Kecamatan Pasar Minggu
- Kecamatan Pesanggrahan
Zona menengah berarti wilayah tersebut memiliki potensi terjadinya gerakan tanah, terutama jika curah hujan meningkat di atas kondisi normal.
Beberapa Wilayah Jakarta Timur Juga Masuk Zona Menengah
Selain Jakarta Selatan, beberapa kecamatan di Jakarta Timur juga masuk dalam daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026.
Wilayah tersebut antara lain:
- Kecamatan Kramat Jati
- Kecamatan Pasar Rebo
PVMBG menjelaskan bahwa pada zona menengah, gerakan tanah dapat terjadi ketika curah hujan berada di atas normal, khususnya di wilayah yang berada di sekitar lembah sungai, tebing jalan, atau area lereng yang mengalami gangguan.
Pihak PVMBG menjelaskan bahwa zona menengah merupakan wilayah yang memiliki potensi terjadinya gerakan tanah apabila curah hujan meningkat, terutama pada area yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, maupun lereng yang mengalami gangguan.
Potensi Lebih Tinggi Jika Curah Hujan Meningkat
Selain zona menengah, terdapat pula kategori zona tinggi dalam peta kerentanan gerakan tanah.
Pada zona tinggi, kemungkinan terjadinya longsor lebih besar, terutama ketika curah hujan berada di atas normal.
PVMBG menyebutkan bahwa di zona tinggi, gerakan tanah dapat terjadi ketika curah hujan meningkat dan bahkan dapat mengaktifkan kembali longsoran lama yang sebelumnya sudah pernah terjadi.
Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk melakukan berbagai langkah pencegahan guna meminimalkan risiko bencana tanah longsor.
Pencegahan Sebelum Bermukim
Beberapa langkah yang disarankan sebelum mendirikan tempat tinggal antara lain:
- Menghindari pembangunan rumah permanen di area rawan bencana seperti lereng, tebing, pesisir sungai, atau tanah yang tidak stabil.
- Membangun tanggul atau struktur penahan longsor.
- Membuat saluran air atau selokan yang kuat untuk menyalurkan air hujan.
- Melakukan pemadatan tanah dan memperkuat fondasi bangunan.
- Tidak menebang pohon secara sembarangan karena akar pohon berfungsi menjaga kestabilan tanah.
Langkah Saat Sudah Bermukim di Area Rawan
Bagi warga yang sudah terlanjur tinggal di wilayah rawan longsor, beberapa langkah antisipasi dapat dilakukan.
Di antaranya melakukan penghijauan dengan tanaman yang memiliki akar kuat serta selalu memantau informasi peringatan dini dari instansi resmi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk selalu menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi.
Selain itu, warga diminta untuk tidak menunda evakuasi apabila kondisi cuaca ekstrem terjadi.
“Warga diimbau untuk segera melakukan evakuasi atau berpindah ke tempat yang lebih aman apabila terjadi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana,” demikian imbauan yang disampaikan.
Melalui publikasi daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah mitigasi sejak dini guna menghindari dampak bencana.

