sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ramai di media sosial tentang kualitas menu Makana Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kembali menjadi sorotan publik setelah video yang menunjukan adanya belatung dan aroma tak sedap pada salah satu komponen makanan.

Vidio yang dilihat oleh haijakarta.id tersebut memperlihatkan sejumlah belatung yang bergerak pada salah satu makanan di dalam ompreng.

Keterangan dalam video juga menyebutkan lokasi kejadian berada di SD Negeri Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, Cianjur. Selain terdapat belatung, menu tersebut dinilai memiliki aroma yang tak sedap.

“Lihat, belatungnya masih pada hidup, MBG hari ini, dan juga bau. Bau bangkai,” kata suara perekam dalam video tersebut.

Satgas Akan Datangi SPPG

Kepala Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa’i Azhari menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Kebetulan saya dinas luar, tadi rapat di luar, dan baru tahu juga. Saya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pangan. Rencana, besok akan ke lapangan,” ujar Rifa’i, Rabu (8/4/2026) malam.

Rifa’i mengatakan, pihaknya akan mendatangi sekolah untuk menggali informasi terkait video yang viral tersebut.

“Selanjutnya, kami akan mendatangi pihak SPPG selaku pemasok menu MBG ke sekolah tersebut,” ucapnya.

Langkah berikutnya, Satgas akan menghimpun keterangan di lapangan. Jika ditemukan adanya kelalaian, pihaknya akan merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil tindakan terhadap SPPG sebagai pemasok.

“Itu, tiga (dapur MBG) yang ditutup kemarin (kasus keracunan makanan) merupakan usulan kami ke BGN. Pasalnya, satgas tidak bisa menutupnya, karena itu kewenangan BGN,” ujar Rifa’i.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Cianjur, Sirojudin, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

BGN Pernah Tutup Puluhan Dapur MBG

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Februari lalu. Langkah ini diambil setelah ditemukan berulang kali menu MBG yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.

Berdasarkan data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026 pukul 11.20 WIB, SPPG tersebut tersebar di tiga wilayah kerja, yakni Wilayah I sebanyak 5 kejadian, Wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan Wilayah III sebanyak 12 kejadian.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang menegaskan bahwa penghentian operasional tersebut merupakan bagian dari pengendalian mutu yang tidak bisa ditawar.

“Kami tidak menoleransi penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah proses verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah.

Evaluasi tidak hanya dilakukan pada produk makanan, tetapi juga mencakup manajemen dapur, rantai distribusi, hingga prosedur kontrol kualitas.

“Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan,” kata Nanik.

Dalam beberapa kasus, makanan yang terindikasi tidak layak juga telah ditarik sebelum dikonsumsi siswa. Meski begitu, BGN tetap memberikan sanksi administratif sebagai bentuk penegakan standar.

Reaksi Warganet

Dalam unggahan video di media sosial yang beredar pada Kamis (9/4/2026), terlihat menu MBG dengan belatung hidup yang memicu kekhawatiran publik.

Sejumlah warganet pun memberikan tanggapan.

“Astaghfirullah hal adzim ya Allah, mau jadi apa ini,” tulis akun @mataha***

“Bergizi nya dimana? kalau belatung nya Segede itu, berarti itu makanan 2-3 hari yg lalu,” tulis @tik***

“Parah ini harus diperiksa” tulis @Jazfiy***