Kenali Apa Itu Blackout, Gangguan MRT di Stasiun Jakarta hingga Penumpang Terjebak Lift
HAIJAKARTA.ID – Gangguan operasional melanda sejumlah stasiun MRT Jakarta pada Kamis sore, 9 April 2026.
Insiden ini dipicu oleh kendala pasokan listrik yang berdampak pada berbagai fasilitas di area stasiun.
Gangguan terjadi sekitar pukul 17.57 WIB dan menyebabkan sejumlah fasilitas penting seperti penerangan, lift, hingga eskalator tidak berfungsi normal.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa gangguan tersebut berasal dari sisi pasokan listrik.
Ia menyampaikan bahwa kendala ini mengakibatkan berbagai fasilitas di stasiun mengalami gangguan operasional.
“Gangguan operasional ini terjadi karena adanya kendala pasokan listrik dari sisi PLN (CSW) yang membuat sejumlah fasilitas stasiun, seperti lampu, elevator, eskalator, serta sarana lainnya terdampak,” ujar Rendy dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Apa Itu Blackout?
Dalam insiden ini, publik juga mempertanyakan apa itu blackout yang disebut terjadi di sejumlah stasiun layang MRT Jakarta.
Secara sederhana, blackout adalah kondisi pemadaman listrik total di suatu wilayah yang menyebabkan seluruh sistem berbasis listrik berhenti beroperasi.
Pemadaman jenis ini tergolong serius karena berdampak luas, mulai dari transportasi, layanan publik, hingga aktivitas ekonomi.
Blackout umumnya terjadi akibat gangguan pada sistem kelistrikan, seperti kerusakan pada generator atau jaringan transmisi yang menyebabkan pasokan listrik terhenti secara menyeluruh.
Rendy mengungkapkan bahwa gangguan listrik tersebut sempat memicu kondisi blackout di seluruh stasiun layang (elevated). Meski demikian, situasi berhasil dikendalikan dalam waktu relatif cepat.
Ia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional sudah kembali normal setelah dilakukan penanganan oleh petugas di lapangan.
“Memang sempat terjadi pemadaman total di stasiun layang, tetapi kondisi tersebut kini sudah berhasil dinormalkan kembali,” jelasnya.
Penumpang Sempat Terjebak Lift
Dampak blackout MRT Jakarta ini juga dirasakan langsung oleh penumpang. Beredar video di media sosial yang menunjukkan kepanikan pengguna jasa, termasuk insiden penumpang yang sempat terjebak di dalam lift di Stasiun MRT Lebak Bulus.
Peristiwa ini menambah kekhawatiran publik terkait keamanan fasilitas saat terjadi gangguan listrik.
Manajemen MRT Jakarta menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil ke depannya.
Selain itu, petugas juga disiagakan di seluruh stasiun guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Rendy menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini, dan keselamatan pelanggan MRT Jakarta tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Rendy.

