Jenazah Pria dalam Mobil Parkiran di Sleman Gegerkan Warga, Diduga Sebulan Lebih Meninggal
HAIJAKARTA.ID – Penemuan jenazah pria dalam mobil parkiran di Sleman menggegerkan warga Dusun Tiyasan, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (12/4/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil yang terparkir di area balai padukuhan.
Polisi menduga jenazah sudah berada di dalam kendaraan tersebut selama beberapa pekan.
Jenazah Pria dalam Mobil Parkiran di Sleman
Peristiwa jenazah pria dalam mobil parkiran di Sleman bermula saat warga tengah melakukan kegiatan gotong royong.
Saat itu, warga hendak menurunkan pasir di belakang balai dusun, namun terhalang oleh mobil yang terparkir di lokasi.
Ketika hendak memindahkan kendaraan tersebut, warga mencium bau menyengat dari dalam mobil dan kemudian melakukan pengecekan.
Setelah diperiksa, ditemukan seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di dalam mobil.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi korban.
“TKP di Balai Padukuhan Pojok Tiyasan Condongcatur, Depok, Sleman,” ujar Iptu Argo Anggoro.
Korban diketahui berinisial ALB (29), seorang mahasiswa asal Jepara.
“Saat ditemukan memakai kaus lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna abu-abu dengan posisi duduk di belakang kemudi,” kata Argo.
Berdasarkan keterangan warga, mobil tersebut sudah terparkir sejak pertengahan bulan puasa.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban diduga telah meninggal dalam waktu cukup lama.
“Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar 15 hari sampai dengan 37 hari,” ujar Argo.
Dugaan Penyebab Kematian
Dari hasil pemeriksaan tim Inafis dan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Lebam jenazah berwarna merah cerah, yang mengarah pada dugaan keracunan karbon monoksida karena berada di dalam mobil terlalu lama,” kata Argo.
Namun, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga telah melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi guna menelusuri aktivitas terakhir korban.
Korban diketahui terakhir terlihat meninggalkan rumah saudaranya pada 5 Maret 2026 menggunakan mobil.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak keluarga korban memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga menolak untuk dilaksanakan otopsi serta menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar Argo.
Jenazah kemudian dibawa pulang ke Jepara untuk dimakamkan.

