sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kabar mengejutkan datang dari kreator konten ternama Jerome Polin.

Bisnis minuman miliknya, Menantea, dipastikan berhenti beroperasi setelah mengalami kerugian besar.

Isu jerome polin resmi tutup menantea langsung menjadi perbincangan hangat publik.

Keputusan penutupan ini diambil setelah kerugian perusahaan mencapai Rp38 miliar. Seluruh operasional Menantea dijadwalkan berakhir pada 25 April 2026.

Awal Mula Jerome Polin Resmi Tutup Menantea

Kasus yang berujung pada jerome polin resmi tutup menantea ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak 2023.

Saat itu, Jerome mulai menyadari adanya kejanggalan dalam keuangan perusahaan.

Ia mengungkapkan bahwa laporan keuangan yang diterima selama ini hanya berbasis Excel dan tidak pernah dicek langsung melalui mutasi rekening.

Jerome menyebut bahwa selama ini dirinya hanya memeriksa laporan dalam bentuk file tanpa memastikan keabsahan data tersebut.

Ia mengatakan bahwa laporan keuangan selalu berasal dari Excel yang dijadikan acuan utama untuk memantau kondisi bisnis.

Terungkap Setelah Cek Mutasi Rekening

Kecurigaan Jerome akhirnya terbukti setelah ia mulai memeriksa mutasi rekening secara langsung. Dari situ ditemukan perbedaan signifikan antara laporan dan saldo asli.

Jerome menyampaikan bahwa saat dilakukan pengecekan, ternyata data dalam Excel tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Ia mengungkapkan bahwa file Excel tersebut bisa dimodifikasi sehingga tidak dapat dijadikan acuan sepenuhnya.

Menurut Jerome, kesalahan terbesar yang ia lakukan adalah tidak melakukan pengecekan langsung terhadap mutasi rekening.

Kerugian Capai Rp38 Miliar

Dampak dari kesalahan tersebut sangat besar. Jerome menyebut bahwa dana perusahaan telah berpindah hingga mencapai sekitar Rp38 miliar.

Ia menjelaskan bahwa sebagian dana sempat dikembalikan untuk operasional, namun jumlah yang hilang tetap sangat signifikan.

Dalam penuturannya, Jerome juga mengungkap bahwa sekitar Rp5 hingga Rp6 miliar sempat digunakan untuk kebutuhan lain oleh pihak yang bersangkutan.

Ia menambahkan bahwa dana tersebut digunakan untuk menutup kebutuhan lain di luar bisnis Menantea.

Gunakan Dana Pribadi Demi Bertahan

Meski mengalami kerugian besar, Jerome tetap berupaya mempertahankan bisnisnya. Ia bahkan menginvestasikan dana pribadi agar Menantea tetap berjalan.

Ia mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan demi menyelamatkan operasional hingga seluruh kontrak kerja sama dengan mitra selesai.

Jerome juga mengakui bahwa keputusannya mempercayakan pengelolaan keuangan sepenuhnya kepada satu orang menjadi pelajaran penting.

Ia menjelaskan bahwa dalam bisnis, kepercayaan memang penting, namun tetap harus diiringi dengan pengawasan.

Bukan Satu-satunya Korban

Jerome mengungkap bahwa dirinya bukan satu-satunya korban dalam kasus ini. Ia baru mengetahui bahwa ada beberapa pelaku industri lain yang mengalami kejadian serupa.

Beberapa bisnis yang disebut juga terdampak antara lain Ngikan, Nyapii, hingga Sempatin.

Menurut Jerome, bahkan ada pihak lain yang mengalami kerugian lebih besar karena posisi mereka hanya sebagai pemegang saham minoritas.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya keputusan jerome polin resmi tutup menantea diambil. Seluruh operasional akan dihentikan secara resmi pada 25 April 2026.