Keselamatan Penumpang MRT Disorot Saat Listrik Padam di Jakarta, DPRD DKI: SOP Belum Optimal
HAIJAKARTA.ID – Komisi B DPRD DKI Jakarta usai insiden pemadaman listrik yang menyebabkan sejumlah orang terjebak di lift.
Peristiwa ini memicu kritik terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan di MRT Jakarta.
Pembahasan mengenai keselamatan penumpang MRT tersebut mencuat dalam rapat kerja antara Komisi B DPRD DKI Jakarta dengan sejumlah BUMD di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Keselamatan Penumpang MRT Dipertanyakan
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mempertanyakan kesiapan sistem cadangan listrik dalam menunjang keselamatan penumpang MRT saat kondisi darurat.
Ia menyoroti belum adanya sistem genset yang memadai sebagai cadangan energi ketika terjadi pemadaman listrik.
“Tidak tersedia genset atau sistem pengaman untuk cadangan listrik saat terjadi pemadaman,” ujar Nova.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa perencanaan terkait keselamatan penumpang MRT belum sepenuhnya matang.
Dalam insiden sebelumnya, pemadaman listrik membuat sejumlah penumpang terjebak di dalam lift stasiun MRT. Proses evakuasi bahkan harus melibatkan petugas pemadam kebakaran (Damkar).
Nova menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi dengan sistem mitigasi yang lebih baik.
“Perlu adanya langkah mitigasi yang jelas, termasuk rencana pemasangan genset sebagai cadangan ketika listrik padam, khususnya di fasilitas penting seperti lift dan eskalator,” kata Nova.
Ia menekankan bahwa aspek keselamatan penumpang MRT tidak boleh diabaikan, terutama pada fasilitas penunjang yang krusial.
Komisi B DPRD DKI Jakarta juga mendorong MRT Jakarta untuk memiliki sistem kelistrikan cadangan yang tidak bergantung sepenuhnya pada PLN.
Pengadaan genset dinilai menjadi langkah penting guna menjaga operasional fasilitas penumpang tetap berjalan saat terjadi gangguan listrik.
“Harus ada sistem siaga saat listrik padam. Jika tidak, kondisi bisa menjadi kacau. Kemarin bahkan evakuasi dilakukan oleh Damkar. Ini yang membuat kami sangat kecewa, karena menyangkut keselamatan penumpang yang wajib dijaga,” tegasnya.
Klarifikasi Pihak MRT Jakarta
Menanggapi kritik terkait keselamatan penumpang MRT, Direksi MRT Jakarta yang diwakili Direktur Keuangan Risa Olivia memberikan penjelasan dalam rapat kerja tersebut.
Ia menyebut bahwa sistem kelistrikan MRT terdiri dari beberapa bagian yang terpisah.
“Terkait kejadian pemadaman listrik kemarin, saat ini terdapat tiga sistem kelistrikan di stasiun. Untuk operasional kereta, sistemnya terpisah sehingga tidak mengalami kendala saat listrik padam,” jelas Risa.
Namun demikian, ia mengakui bahwa fasilitas pendukung mengalami gangguan.
Menurutnya, layanan seperti eskalator dan lift sempat terdampak akibat pemadaman listrik tersebut.

