Pelaku Pembunuhan Dua Marinir di Maybrat Diburu, Polisi Tetapkan 7 DPO
HAIJAKARTA.ID – Kepolisian saat ini tengah memburu tujuh orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait dugaan pembunuhan berencana terhadap dua prajurit Marinir di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Perkembangan terbaru kasus pelaku pembunuhan dua Marinir di Maybrat disampaikan oleh Polda Papua Barat Daya yang telah mengantongi sejumlah bukti kuat, termasuk rekaman video kejadian.
Kantongi Bukti Kuat Pelaku Pembunuhan Dua Marinir di Maybrat
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa delapan saksi dari berbagai unsur.
“Keterangan para saksi menyebutkan bahwa pelaku yang terlihat dalam foto dan video yang beredar merupakan orang yang sama dengan yang berada di lokasi kejadian,” ujarnya.
Dalam pengusutan pelaku pembunuhan dua Marinir di Maybrat, polisi juga melakukan analisis digital forensik terhadap video yang beredar.
Hasilnya, rekaman tersebut dinyatakan asli dan tidak mengalami manipulasi.
Tujuh Tersangka Ditetapkan sebagai DPO
Dari hasil penyelidikan, polisi telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus pelaku pembunuhan dua Marinir di Maybrat.
“Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menetapkan tujuh orang sebagai tersangka yang saat ini berstatus DPO, yaitu MF, ZA, DA, AF, MF, YKY, dan MF,” jelas Jenny.
Para tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan terancam hukuman berat.
“Mereka terancam pidana mati atau penjara seumur hidup,” tegasnya.
Kronologi Pembunuhan Dua Marinir di Maybrat, Papua Barat Daya
Peristiwa pelaku pembunuhan dua marinir di Maybrat terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WIT di Pos Tinjau Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan.
Saat itu, lima anggota Satgas Gobang VII Yon 9 Marinir sedang bergerak dari Pos Induk menuju Pos Tinjau.
“Saat dua prajurit berada sekitar 30 meter dari pos, tiba-tiba terdengar tembakan dari arah atas Pos Tinjau,” ungkap Jenny.
Tembakan tersebut langsung mengenai dua prajurit dan disusul rentetan tembakan lanjutan.
Akibat serangan pelaku pembunuhan dua Marinir di Maybrat, dua prajurit dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka tembak.
“Terdapat dua korban meninggal dunia dan satu korban mengalami luka tembak di bagian tangan,” ujarnya.
Selain itu, pelaku juga disebut merampas dua pucuk senjata api milik korban.
Hingga kini, aparat kepolisian terus memburu pelaku pembunuhan dua Marinir di Maybrat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

