ASDP Siapkan Jalur Laut Jakarta-Aceh, Logistik Bisa Tembus 3,5 Hari
HAIJAKARTA.ID – PT ASDP Indonesia Ferryy (Persero) tengah membahas rencana pembukaan lintasan ferry/ro-ro jarak jauh rute Jakarta-Banda Aceh sebagai upaya memperkuat konektivitas dan efisiensi distibusi logistik.
Rencana tersebut dinilai berpotensu mempercepat waktu pengiriman barang daru Pulau Jawa ke Aceh, yang diperkirakan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 3,5 hari melalui konsep ro-ro trucking.
ASDP Siapkan Jalur Laut Jakarta-Aceh, Dorong Efisiensi Distribusi
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, menyebut pembukaan jalur pelayaran langsung ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di daerah.
“Ini peluang bagi pelaku usaha di Aceh. Kehadiran kapal ro-ro tidak hanya mengangkut barang, tetapi juga penumpang, termasuk kontainer yang berada di atas kendaraan,” kata Faisal pada Jumat, (24/4/2026).
Menurut Faisal, pengembangan jalur laut ini juga dapat mengurangi beban angkutan darat yang selama ini semakin tinggi, sekaligus menekan risiko kecelakaan dan kerusakan infrastruktur akibat kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
“Dengan adanya aalternatif jalur laut, beban angkutan jalan bisa berkurang. Ini juga menjadi solusi saat terjadi bencana, seperti putusnya jalan dan jembatan,” kata Faisal.
Faisal juga menyebut kondisi geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga BBM menjadi salah satu alasan penting untuk mendorong efisiensi transportasi lewat jalur laut.
Ia optimistis, dengan tarif yang kompetitif, rencana pengoperasian lintasan ferry jarak jauh tersebut akan diminati pelaku usaha. Pemerintah Aceh pun ditegaskan siap mendukung dari sisi regulasi dan kebijakan agar rencana ini bisa segera terealisasi.
Alternatif Lebih Cepat dan Aman
Sementara itu, Executive Director Regional I ASDP, Theresia Damayanti, mengatakan pihaknya terus mengembangkan layanan penyeberangan berbasis kebutuhan pasar, terutama sektor logistik.
“Kami ingin memastikan konektivitas antarwilayah, termasuk pengembangan lintas jarak jauh seperti jakarta-Banda Aceh,” katanya.
Ia menilai potensi rute Jakarta–Banda Aceh cukup besar karena kebutuhan logistik di Aceh masih bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa.
“Melalui konsep ro-ro trucking, pengiriman bisa lebih cepat, hanya 3,5 hari dan meminimalisir kerusakan barang. Ini menjadi alternatif yang lebih efisien bagi pelaku usaha,” ujar Theresia.
Saat ini, ASDP mengoperasikan sekitar 218 kapal untuk melayani lintasan komersial maupun perintis di berbagai wilayah Indonesia.
Theresia menjelaskan bahwa kapal ro-ro dapat mengangkut beragam komoditas, mulai dari hasil perikanan, kendaraan, hingga kebutuhan industri lainnya.
Namun, ia menekankan bahwa kepastian volume muatan menjadi faktor krusial dalam penentuan tarif agar tetap kompetitif.
Dukungan Pelaku Usaha Menguat
Ketua Organda Aceh, Ramli, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai tingginya biaya transportasi darat dari Pulau Jawa menjadi salah satu penyebab mahalnya harga barang di Aceh.
“Kalau lewat darat bisa sampai seminggu dengan berbagai risiko. Kalau ada jalur laut langsung, tentu ini sangat membantu dan bisa menekan inflasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Bidang Vokasi dan Sertifikasi, T. Jailani Yacob, juga mendukung rencana pembukaan lintasan tersebut.
Menurutnya, kehadiran jalur pelayaran langsung Jakarta–Aceh akan membuka peluang baru bagi dunia usaha, terutama dalam menekan biaya distribusi, memperlancar arus barang, serta meningkatkan daya saing produk daerah.
Kadin pun mendorong adanya kepastian kebijakan dan dukungan lintas sektor agar rencana ini dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.
Tekan Biaya dan Waktu Distribusi
Hal serupa disampaikan Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Aceh, Zulfandi. Ia menyebut selama ini rantai logistik masih terpusat di Belawan, Medan, dengan biaya yang relatif tinggi.
Pengiriman dari Banda Aceh ke Jakarta melalui jalur darat berkisar Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram, sementara lewat jalur laut dapat ditekan hingga sekitar Rp500 per kilogram.
Zulfandi berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan jaminan serta dukungan kebijakan agar ASDP dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa terganggu persaingan tarif yang tidak sehat.
“Harus ada komitmen bersama agar jalur ini benar-benar berjalan,” katanya.
Dari sektor peternakan, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Indrapuri, Dayat, mengungkapkan bahwa kebutuhan pakan ternak yang selama ini dipasok BPTU-HPT berasal dari Jawa Timur dengan waktu pengiriman mencapai 14 hari.
Kehadiran kapal ro-ro diharapkan mampu mempercepat distribusi sekaligus menekan biaya logistik.
“Kami mengirim sekitar 1.100 ton pakan per tahun. Jika biaya lebih efisien, tentunya kami sangat terbantu,” ujarnya.
FGD tersebut turut dihadiri Executive Director Regional I PT ASDP Indonesia Ferry Persero, GM PT ASDP Cabang Banda Aceh, GM PT ASDP Cabang Singkil, Ketua Organda Aceh, Kabid Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Aceh, Kabid Pelayaran pada Dishub Aceh, Wakil Ketua Kadin Aceh, perwakilan Bulog, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Indrapuri, serta perwakilan asosiasi dunia usaha dan sektor logistik di Aceh.

