sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengumumkan daftar keretea api yang dibatalkan imbas kecelakaan KRL di Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026).

Kebijakan ini diambil menyusul proses evakuasi jalur rel yang masih berlangsung pascakecelakaan.

Insiden yang terjadi pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 20.52 WIB tersebut melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya.

Daftar Kereta Api yang Dibatalkan Imbas Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Dalam keterangan resminya, PT KAI menyebutkan bahwa sebanyak 13 perjalanan kereta api harus dibatalkan karena jalur belum dapat dilalui.

Pembatalan ini mayoritas berdampak pada perjalanan dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta menuju Jakarta, khususnya Stasiun Gambir dan Pasarsenen.

Berikut daftar keretea api yang dibatalkan imbas kecelakaan KRL di Bekasi Timur:

  • KA Gunungjati (Cirebon–Gambir)
  • KA Purwojaya (Cilacap–Gambir)
  • KA Purwojaya (Gambir–Cilacap)
  • KA Madiun Jaya (Madiun–Pasarsenen)
  • KA Argo Sindoro (Semarang Tawang–Gambir)
  • KA Mataram (Solo Balapan–Pasarsenen)
  • KA Gumarang (Surabaya Pasarturi–Pasarsenen)
  • KA Singasari (Blitar–Pasarsenen)
  • KA Jayabaya (Malang–Pasarsenen)
  • KA Manahan (Solo Balapan–Gambir)
  • KA Progo (Lempuyangan–Pasarsenen)
  • KA Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi–Gambir)
  • KA Menoreh (Semarang Tawang–Pasarsenen)

Penyebab Pembatalan Rute KA Jarak Jauh

PT KAI menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan karena proses evakuasi jalur rel di lokasi kecelakaan masih terus berlangsung hingga Selasa pagi.

Perjalanan kereta di lintasan tersebut belum dapat kembali normal, sehingga sejumlah perjalanan harus dihentikan sementara.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.

“Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkan sepenuhnya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujarnya.

Korban Kecelakaan dan Dampaknya

Akibat insiden tersebut, tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka.

Direktur PT KAI, Bobby Rasyidin, memastikan seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.