sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bergerak cepat menyediakan daycare pengganti korban Little Aresha setelah penutupan lembaga tersebut akibat kasus kekerasan terhadap anak.

Sebanyak 15 tempat penitipan anak telah disiapkan untuk menampung 103 anak yang sebelumnya terdaftar di daycare tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan hak pendidikan dan pengasuhan anak tetap terpenuhi.

Daycare Pengganti Korban Little Aresha Sudah Dipetakan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2AP3KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menjelaskan bahwa pemetaan lokasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan.

Ia menyebutkan bahwa jumlah daycare pengganti masih akan bertambah dalam waktu dekat.

“Kami telah memetakan lokasi yang dapat digunakan anak-anak untuk melanjutkan pembelajaran. Saat ini tersedia 15 lokasi sementara dan akan ditambah 17 lokasi baru dalam waktu dekat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Langkah ini memastikan ketersediaan daycare pengganti korban Little Aresha semakin merata dan mudah diakses oleh orangtua.

Biaya Daycare Ditanggung Pemkot Yogya

Kabar baik juga datang bagi orangtua korban. Pemkot Yogyakarta memastikan seluruh biaya penitipan anak di lokasi baru akan ditanggung penuh hingga akhir semester.

Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban wali murid setelah kasus yang menimpa Little Aresha.

“Untuk biaya, orangtua tidak perlu khawatir karena seluruhnya akan ditanggung oleh Pemkot hingga akhir semester, tepatnya sampai bulan Juni,” tegas Retnaningtyas.

Dengan adanya jaminan ini, program daycare pengganti korban Little Aresha diharapkan dapat berjalan optimal tanpa kendala finansial bagi keluarga.

Hotline Dibuka, Tim Medis Turun Tangan

Selain menyediakan fasilitas penitipan, Pemkot juga membuka layanan hotline help desk di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 149 orang telah menghubungi layanan tersebut untuk mendapatkan bantuan dan informasi.

Tim medis dari Dinas Kesehatan juga telah dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak-anak yang terdampak.

Langkah ini menjadi bagian dari pemulihan menyeluruh bagi korban, tidak hanya dari sisi pendidikan tetapi juga kesehatan.

Kriteria Daycare Layak Anak Ditekankan

Belajar dari kasus Little Aresha, pemerintah juga menekankan pentingnya standar layanan pada daycare.

Menurut Retnaningtyas, keterbukaan informasi menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas daycare.

“Kriteria daycare yang baik meliputi keterbukaan informasi melalui CCTV, adanya grup komunikasi dengan orangtua, kurikulum yang jelas, sanitasi yang terjaga, serta kerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk pemantauan tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus daycare Little Aresha, termasuk pengelola yayasan dan kepala sekolah.

Kasus ini diduga dipicu oleh motif ekonomi, di mana pengelola memaksakan kapasitas anak melebihi batas demi keuntungan.

Akibatnya, terjadi tindakan kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak yang dititipkan.