sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang pelajar di Bantul tewas gegera dikeroyok   polisi mengungkap motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Korban berinisial IDS (16) meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan brutal di wilayah Pandak, Bantul.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/4/2026), dan hingga kini polisi telah mengamankan tujuh orang pelaku.

Awal Mula Pelajar di Bantul Tewas Dikeroyok

Kapolres Bantul, Bayu Puji Hariyanto, menyatakan bahwa kasus pelajar di Bantul tewas gegera dikeroyok dipicu oleh dendam antara dua kelompok.

Ia menjelaskan bahwa para pelaku tergabung dalam geng bernama Tores yang memiliki konflik lama dengan geng Kuras.

“Motifnya adalah dendam. Memang sebelumnya sudah terjadi perselisihan antara kedua kelompok tersebut,” ujarnya di Mapolres Bantul.

Menurutnya, kedua geng tersebut bahkan sempat terlibat bentrokan di beberapa lokasi, yakni Manding, Trirenggo, Gapensi, dan Palbapang.

Peristiwa tragis ini bermula ketika dua pelaku, BLP dan YP, menghubungi korban melalui media sosial.

Mereka menanyakan identitas korban terkait keanggotaannya dalam geng tertentu.

“Korban ditanya apakah dirinya merupakan bagian dari geng Kuras, dan setelah diakui, situasi berkembang menjadi saling menantang,” jelas Bayu.

Situasi tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan pelajar di Bantul tewas gegera dikeroyok.

Polisi Tegaskan Pelaku Bukan Geng Pelajar

Meski korban masih berstatus pelajar, polisi menegaskan bahwa para pelaku bukan berasal dari geng pelajar.

Kapolres Bantul memastikan seluruh pelaku merupakan orang dewasa dan tidak lagi bersekolah.

“Ini bukan geng pelajar. Kelompok tersebut terafiliasi dengan wilayah lain dan seluruh pelakunya sudah berusia dewasa,” tegasnya.

Polisi mengungkap bahwa tujuh tersangka memiliki peran berbeda dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Tersangka JMA disebut sebagai otak di balik kejadian ini.

“JMA merupakan dalang dalam kasus ini dan yang mengatur jalannya aksi,” kata Bayu.

Ia bahkan melakukan penusukan terhadap korban hingga 14 kali menggunakan gunting yang telah disiapkan sebelumnya.

Sementara itu, tersangka AS melakukan tindakan kekerasan yang sangat brutal.

“AS melakukan penyiksaan dengan menyulut rokok pada tubuh korban, melindas kepala korban sebanyak tiga kali menggunakan sepeda motor, serta memukul dengan gesper,” jelasnya.

Pelaku lain seperti ASJ, SGJ, RAR, BLP, dan YP juga turut melakukan penganiayaan menggunakan berbagai benda seperti paralon dan gesper.