Alasan Halte Manggarai Ditutup Sementara, Berlaku Mulai 2 Mei 2026
HAIJAKARTA.ID – Penutupan Halte Manggarai, Jakarta Selatan, resmi dijadwalkan untuk berhenti beroperasi sementara mulai Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 05.00 WIB.
Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B yang tengah dikebut untuk menghubungkan Velodrome hingga Stasiun Manggarai.
Alasan Halte Manggarai Ditutup Sementara
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam pengembangan transportasi terintegrasi di ibu kota.
Pihak Transjakarta melalui akun resmi @infotije menyampaikan bahwa penutupan tersebut bersifat sementara dan berkaitan langsung dengan proyek konstruksi di kawasan Manggarai.
“Mulai Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, Halte Manggarai akan ditutup sementara sehubungan dengan pembangunan LRT Jakarta di area tersebut,” demikian informasi resmi yang disampaikan.
Tetap Ada Layanan Alternatif
Meski alasan halte Manggarai ditutup sementara berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, operasional Transjakarta tetap berjalan dengan penyesuaian layanan.
Penumpang masih dapat menggunakan halte temporer yang disediakan di sisi jalan sekitar lokasi.
Sejumlah rute Transjakarta yang tetap melayani kawasan Manggarai di antaranya koridor 4, 4D, 6M, dan B25.
Dengan skema ini, mobilitas masyarakat diharapkan tetap terjaga meskipun halte utama ditutup.
Pihak terkait mengimbau pengguna transportasi publik untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan memanfaatkan fasilitas sementara yang telah disiapkan.
Proyek LRT Jakarta Masuk Tahap Krusial
Penutupan halte ini tidak terlepas dari progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Proyek sepanjang kurang lebih 6,4 kilometer tersebut akan menghadirkan lima stasiun baru, termasuk Manggarai sebagai pusat integrasi transportasi.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin, menyebut proyek saat ini telah memasuki tahap penting menjelang operasional.
Ia menjelaskan bahwa proses yang sedang berjalan mencakup pengujian sistem hingga persiapan perizinan.
“Proyek ini kini memasuki fase krusial menuju operasional, termasuk pengujian sistem serta kesiapan perizinan,” ujar Iwan.
Ke depan, jalur LRT Jakarta ini akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain seperti KRL Commuter Line dan Transjakarta.
Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat Jakarta.

