sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Bagaimana jika Mobil listrik mogok total di Jalan? Insiden kendaraan listrik yang mengalami mati total di tengah jalan kembali menjadi perhatian publik, terutama setelah peristiwa kecelakaan taksi listrik di perlintasan kereta di Bekasi Timur.

Kejadian tersebut memicu kekhawatiran terkait keselamatan pengguna mobil listrik ketika menghadapi kondisi darurat, khususnya saat kendaraan tidak dapat segera dipindahkan.

Dalam situasi seperti ini, pemahaman mengenai langkah penanganan darurat menjadi sangat penting.

Pasalnya, berbeda dengan mobil konvensional, kendaraan listrik sangat bergantung pada sistem kelistrikan untuk mengoperasikan berbagai komponen utamanya.

Ketergantungan Tinggi pada Sistem Kelistrikan

Pakar mobilitas berkelanjutan sekaligus Co-Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar, menjelaskan bahwa mobil listrik memiliki sistem transmisi elektronik (electronic shifter) yang sepenuhnya bergantung pada suplai listrik.

Artinya, ketika daya listrik terputus, kendaraan tidak hanya berhenti, tetapi juga tidak dapat dipindahkan secara manual seperti mobil biasa.

Bahkan, roda bisa terkunci sehingga mobil tidak dapat didorong ke tempat yang lebih aman.

“Kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi di lokasi rawan seperti perlintasan kereta api atau jalan dengan lalu lintas padat,” ujarnya.

Akar Masalah: Aki 12 Volt

Meskipun mobil listrik memiliki baterai utama berkapasitas besar, ternyata masalah sering kali berasal dari aki 12 volt.

Komponen ini berfungsi sebagai penggerak sistem dasar kendaraan, seperti pengaktifan sistem elektronik dan kontrol transmisi.

Jika aki 12 volt mengalami gangguan atau mati, maka seluruh sistem kendaraan bisa lumpuh, meskipun baterai utama masih dalam kondisi terisi.

Hal inilah yang sering kali tidak disadari oleh pengguna kendaraan listrik.

Solusi Darurat: Jumper Aki

Dalam kondisi darurat, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah memberikan suplai daya sementara melalui metode jumper aki.

Pengemudi dapat menggunakan kabel jumper yang disambungkan ke kendaraan lain, atau memakai perangkat powerbank khusus untuk aki mobil.

Dengan adanya suplai listrik tambahan tersebut, sistem kendaraan biasanya akan kembali aktif.

Setelah itu, pengemudi bisa mengubah posisi transmisi ke netral atau mengaktifkan mode derek (tow mode), sehingga kendaraan dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

“Jika aki 12 volt bisa hidup kembali, maka sistem kendaraan akan berfungsi normal dan mobil bisa dioperasikan kembali,” jelas Gofar.

Pentingnya Edukasi bagi Pengguna

Peristiwa yang terjadi di Bekasi menjadi pengingat bahwa pengguna mobil listrik perlu memahami prosedur darurat secara menyeluruh.

Kurangnya pengetahuan dalam menangani kondisi mogok dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di situasi genting.

Selain itu, pemilik kendaraan listrik juga disarankan untuk:

  • Rutin memeriksa kondisi aki 12 volt
  • Membawa alat jumper atau powerbank khusus mobil
  • Memahami fitur darurat pada kendaraan masing-masing

Risiko Jika Tidak Ditangani dengan Tepat

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, mobil listrik yang mati total dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.

Kendaraan yang tidak bisa dipindahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan beruntun, terutama di area berisiko tinggi.

Oleh karena itu, kesiapan dan pemahaman pengguna menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi darurat di jalan.