sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 telah diumumkan.

Dari total 871.496 peserta yang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lolos.

Namun di balik tingginya antusiasme pendaftar, masih terdapat puluhan ribu kursi kuliah yang belum terisi di berbagai PTN di Indonesia.

Data panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menunjukkan masih ada sekitar 30.496 kursi atau 10,63 persen daya tampung SNBT yang belum terpenuhi. Kursi kosong tersebut tersebar di 145 perguruan tinggi negeri.

Fenomena ini menjadi perhatian karena jalur SNBT selama ini dikenal sebagai jalur favorit calon mahasiswa untuk masuk PTN.

Selain berbasis ujian tulis berbasis komputer (UTBK), jalur ini juga dinilai lebih terjangkau karena mahasiswa yang diterima hanya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai kemampuan ekonomi keluarga tanpa kewajiban membayar uang pangkal.

Kuota SNBT Bertambah dari Sisa Jalur SNBP

Panitia SNPMB mengungkapkan, kuota SNBT tahun 2026 sebenarnya mengalami penambahan cukup besar.

Tambahan tersebut berasal dari sisa kursi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak terisi.

Secara keseluruhan, terdapat tambahan sekitar 25.346 kursi yang dialihkan ke jalur SNBT.

Dengan mekanisme tersebut, peluang peserta untuk masuk PTN sebenarnya semakin besar dibanding tahun sebelumnya.

SNBT menjadi jalur yang paling diminati karena memberikan keleluasaan kepada peserta memilih kampus lintas daerah tanpa harus datang langsung ke lokasi ujian tertentu.

Peserta cukup mengikuti UTBK dari domisili masing-masing dengan sistem yang telah terintegrasi secara nasional.

Banyak Peserta Tidak Melakukan Daftar Ulang

Meski telah dinyatakan lolos, tidak seluruh peserta akhirnya mengambil kursi yang didapatkan. Sejumlah PTN melaporkan masih adanya calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi ulang.

Beberapa faktor disebut menjadi penyebab kondisi tersebut. Di antaranya peserta memilih jalur mandiri di kampus lain, diterima di sekolah kedinasan, memilih perguruan tinggi swasta, hingga mempertimbangkan faktor ekonomi dan lokasi kampus.

Selain itu, sebagian calon mahasiswa juga disebut masih menunggu peluang masuk program studi yang dianggap lebih sesuai dengan minat atau prospek kerja.

Persaingan Masuk PTN Tetap Ketat

Walaupun masih ada kursi kosong, persaingan masuk PTN pada tahun ini tetap tergolong tinggi.

Dari total pendaftar yang mencapai lebih dari 871 ribu orang, tingkat kelulusan hanya sekitar 29,42 persen.

Artinya, lebih dari 600 ribu peserta belum berhasil memperoleh kursi melalui jalur SNBT 2026.

Program studi favorit seperti Kedokteran, Farmasi, Teknik Informatika, Manajemen, hingga Ilmu Komunikasi masih menjadi jurusan dengan tingkat persaingan tertinggi.

Kampus-kampus besar seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Universitas Airlangga (Unair) juga tetap menjadi tujuan utama peserta UTBK.

PTN Diperkirakan Akan Membuka Seleksi Lanjutan

Dengan masih tersisanya ribuan kursi, sejumlah perguruan tinggi diperkirakan akan membuka seleksi lanjutan melalui jalur mandiri.

Jalur ini biasanya dimanfaatkan PTN untuk mengisi sisa daya tampung yang belum terpenuhi setelah SNBP dan SNBT selesai.

Namun calon mahasiswa tetap diimbau memperhatikan ketentuan masing-masing kampus, termasuk jadwal pendaftaran, sistem seleksi, serta biaya pendidikan yang berlaku.

Pakar pendidikan menilai kondisi kursi kosong di PTN dapat menjadi evaluasi penting bagi sistem penerimaan mahasiswa baru nasional.

Selain persoalan distribusi minat peserta yang belum merata, terdapat pula tantangan terkait pemerataan kualitas perguruan tinggi di berbagai daerah.

Pemerataan Minat Kampus Jadi Tantangan

Sebagian besar peserta masih terfokus pada PTN ternama di Pulau Jawa. Sementara itu, sejumlah kampus di daerah lain masih mengalami kekurangan peminat pada beberapa program studi tertentu.

Kondisi tersebut membuat persaingan di kampus favorit menjadi sangat ketat, sedangkan di sisi lain masih tersedia banyak kursi kosong di PTN lain.

Pemerintah dan pihak kampus dinilai perlu memperkuat pemerataan kualitas pendidikan tinggi agar minat calon mahasiswa tidak hanya terpusat pada universitas tertentu saja.

Jalur Pendidikan Tinggi Tetap Terbuka

Meski hasil SNBT 2026 telah diumumkan, peluang melanjutkan pendidikan tinggi masih terbuka bagi peserta yang belum lolos.

Selain jalur mandiri PTN, tersedia pula berbagai pilihan perguruan tinggi swasta, politeknik, sekolah vokasi, hingga sekolah kedinasan.

Calon mahasiswa juga diimbau untuk mempertimbangkan pilihan program studi sesuai minat, kemampuan, dan prospek karier jangka panjang, bukan semata berdasarkan popularitas kampus.