sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengkaji usulan penerapan tarif langganan Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan yang diajukan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

Skema tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus meringankan biaya transportasi masyarakat, khususnya para pekerja yang menggunakan angkutan umum setiap hari.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan usulan dari DTKJ telah diterima dan akan segera dibahas oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, seluruh rekomendasi mengenai penyesuaian tarif transportasi umum akan dipelajari secara menyeluruh sebelum diputuskan.

“Usulan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta sudah saya terima dan tentu akan segera dikaji oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (7/7), sebagaimana dikutip dari Antara.

Pemprov Segera Putuskan Penyesuaian Tarif

Selain mengkaji tarif langganan, Pemprov DKI juga tengah mempersiapkan keputusan mengenai penyesuaian tarif layanan Transjakarta maupun Transjabodetabek.

Pramono menegaskan pemerintah ingin memastikan kebijakan tarif baru tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat, keberlanjutan layanan transportasi publik, serta target peningkatan jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta dan wilayah penyangga.

Ia menyebut keputusan terkait tarif akan diumumkan setelah seluruh proses pembahasan bersama pihak terkait selesai dilakukan.

Tarif Transjabodetabek ke Bandara Masih Dibahas

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyinggung tarif layanan Transjabodetabek untuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang hingga kini masih dalam tahap pembahasan bersama DPRD DKI Jakarta.

Menurutnya, penetapan tarif rute tersebut sudah seharusnya segera diputuskan mengingat sebelumnya pemerintah menargetkan pengumuman dilakukan dalam waktu tiga bulan sejak layanan diluncurkan.

“Keputusan mengenai tarif Transjabodetabek menuju bandara memang harus segera diambil. Waktu yang kami targetkan sebelumnya sudah terlewati,” katanya.

DTKJ Usulkan Tarif Langganan Rp200 Ribu

Sebelumnya, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Sugihardjo, mengusulkan agar pengguna Transjakarta dapat memilih skema berlangganan dengan biaya Rp200.000 per bulan.

Menurutnya, skema tersebut akan lebih menguntungkan dibandingkan pembayaran tarif harian, terutama bagi pekerja yang menggunakan Transjakarta secara rutin setiap hari.

Usulan itu disampaikan bersamaan dengan rekomendasi penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT), non-BRT, hingga layanan Mikrotrans yang terintegrasi dalam sistem transportasi Jakarta.

Perhitungan Berdasarkan Hari Kerja

DTKJ menjelaskan besaran tarif langganan dihitung berdasarkan asumsi masyarakat melakukan perjalanan pulang-pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan.

Dengan tarif reguler sebesar Rp5.000 per perjalanan, pengguna akan mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 per hari atau mencapai Rp250.000 dalam satu bulan.

Karena itu, tarif langganan Rp200.000 dinilai mampu memberikan penghematan sekitar Rp50.000 setiap bulan bagi pengguna aktif.

Skema ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum sehingga mendukung upaya mengurangi kemacetan dan emisi di Jakarta.

Masih Berupa Usulan

Meski demikian, usulan tarif langganan maupun penyesuaian tarif reguler masih berada pada tahap pembahasan.

Pemprov DKI Jakarta belum menetapkan kebijakan final dan akan melakukan kajian terhadap berbagai aspek, mulai dari dampak terhadap masyarakat, kemampuan fiskal daerah, hingga kualitas layanan transportasi.

Apabila disetujui, kebijakan tersebut berpotensi menjadi salah satu inovasi tarif transportasi publik di Jakarta yang memberikan pilihan lebih fleksibel bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan penggunaan angkutan massal.