sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Wacana pemberlakuan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA dan SMK negeri di Provinsi Jawa Barat kembali menjadi perhatian publik.

Usulan tersebut muncul sebagai salah satu opsi untuk memperkuat pembiayaan pendidikan, seiring meningkatnya kebutuhan operasional sekolah yang dinilai belum sepenuhnya dapat dipenuhi melalui anggaran pemerintah daerah.

Hingga saat ini, rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jawa Barat.

Belum ada keputusan resmi mengenai penerapan kebijakan tersebut sehingga sistem sekolah gratis di SMA/SMK negeri masih tetap berlaku.

Gagasan pengenaan kembali SPP didasari oleh kebutuhan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Sejumlah pihak menilai sekolah memerlukan tambahan anggaran untuk mendukung kualitas proses belajar mengajar, pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan berbagai program pendidikan yang lebih baik.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan apabila kebijakan tersebut nantinya disetujui, penerapannya akan mengedepankan prinsip keadilan sosial. Artinya, tidak seluruh siswa akan dikenakan biaya pendidikan.

Dalam skema yang tengah dikaji, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tetap akan memperoleh pembebasan biaya.

Kelompok masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau basis data kesejahteraan pemerintah diproyeksikan tetap menerima layanan pendidikan secara gratis.

Sementara itu, pembayaran SPP hanya akan diberlakukan kepada siswa dari keluarga yang dinilai memiliki kemampuan ekonomi lebih baik, yakni kelompok desil 6 hingga desil 10.

Besaran iuran yang dibayarkan juga direncanakan tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing keluarga sehingga penerapannya bersifat bertahap dan proporsional.

Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat menjadi solusi untuk menambah sumber pembiayaan pendidikan tanpa mengurangi akses belajar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun, wacana tersebut masih menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian kalangan menilai kontribusi dari keluarga mampu dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah negeri.

Di sisi lain, ada pula yang mengkhawatirkan kebijakan tersebut berpotensi mengurangi semangat pendidikan gratis yang selama ini menjadi salah satu program pemerintah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan setiap keputusan nantinya akan mempertimbangkan berbagai masukan dari DPRD, sekolah, orang tua siswa, serta masyarakat agar kebijakan yang diambil tetap mengutamakan pemerataan akses pendidikan sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan di Jawa Barat.