Jepang Kerahkan 600 Personel dan 3 Helikopter CH-47 Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan!
HAIJAKARTA.ID- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mendapat perhatian internasional.
Pemerintah Jepang mengambil langkah konkret dengan mengerahkan personel Pasukan Bela Diri Jepang atau Japan Self-Defense Forces (JSDF) untuk membantu penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan.
Dalam misi bantuan darurat tersebut, Jepang menyiapkan sekitar 600 personel serta tiga unit helikopter angkut berat CH-47 Chinook.
Helikopter tersebut akan digunakan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan kapal angkut milik Pasukan Bela Diri Laut Jepang, JS Kunisaki.
Kapal tersebut membawa tiga helikopter CH-47 beserta personel dan perlengkapan yang diperlukan untuk menjalankan misi kemanusiaan di Indonesia.
Berawal dari Permintaan Bantuan Indonesia
Pengerahan bantuan Jepang dilakukan setelah adanya permintaan dukungan dari pemerintah Indonesia untuk menangani kondisi karhutla yang semakin serius.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pemerintahnya akan melakukan berbagai upaya untuk membantu mencegah dampak kebakaran meluas.
Misi tersebut merupakan bagian dari operasi bantuan darurat internasional. Jepang menilai penanganan karhutla di Indonesia membutuhkan dukungan kemanusiaan dan kerja sama antarnegara.
Kementerian Pertahanan Jepang juga menyebut pengerahan tersebut sejalan dengan kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang yang disepakati pada Mei 2026.
Dalam kerja sama itu, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi, termasuk dalam bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Jadi Operasi Pemadaman Kebakaran Luar Negeri Pertama Jepang
Pengerahan JSDF ke Indonesia menjadi momen penting bagi Jepang. Pasalnya, misi tersebut disebut sebagai operasi pemadaman kebakaran di luar negeri pertama yang dilakukan Pasukan Bela Diri Jepang.
Tiga helikopter CH-47 Chinook yang dikerahkan memiliki kemampuan angkut berat sehingga diharapkan dapat mendukung penanganan kebakaran dari udara, termasuk menjangkau kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat.
Penggunaan helikopter juga menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla di wilayah yang luas dan memiliki medan sulit.
JS Kunisaki Sudah Bertolak dari Jepang
Kapal JS Kunisaki telah diberangkatkan dari Jepang pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kapal tersebut bertolak dari Pangkalan Kure, Prefektur Hiroshima, dengan membawa tiga helikopter CH-47.
Perjalanan menuju Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Karena itu, bantuan Jepang tersebut belum dapat disebut telah tiba atau langsung beroperasi di lokasi karhutla di Kalimantan.
Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Bencana
Pengerahan bantuan ini menunjukkan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang tidak hanya mencakup sektor pertahanan, tetapi juga berkembang ke bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Di tengah kondisi karhutla yang terus menjadi perhatian, dukungan internasional diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah Indonesia dalam mengendalikan titik-titik kebakaran dan mencegah meluasnya dampak bencana.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah mengerahkan personel Manggala Agni untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, misalnya, personel tambahan turut dikerahkan untuk memperkuat operasi pemadaman dan pembasahan lahan.
Kehadiran bantuan Jepang diharapkan menjadi tambahan kekuatan dalam menghadapi karhutla, terutama untuk mendukung operasi dari udara di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

