sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Pembangunan gapura yang menandai perbatasan antara DKI Jakarta dan Jawa Barat di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, tengah menjadi perhatian publik.

Proyek tersebut ramai dibicarakan karena nilai anggarannya mencapai sekitar Rp3 miliar. Pembangunan gapura itu berada di kawasan perbatasan Jakarta dan Depok, yang selama ini menjadi salah satu jalur utama keluar-masuk masyarakat dari Jakarta menuju wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Inaproc LKPP, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp3.070.210.050.

Namun, angka tersebut merupakan pagu atau batas maksimal anggaran yang disiapkan. Nilai kontrak pekerjaan tercatat lebih rendah, yakni sekitar Rp2.495.121.811.

Besarnya anggaran pembangunan inilah yang kemudian memunculkan sorotan di media sosial.

Sejumlah masyarakat mempertanyakan penggunaan anggaran untuk sebuah gapura, terutama karena kawasan Margonda juga memiliki berbagai persoalan infrastruktur dan lalu lintas.

Lokasi Berdekatan dengan Monumen Batas

Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan monumen yang sebelumnya telah menjadi penanda batas wilayah Jakarta dan Depok.

Monumen tersebut berada tidak jauh dari lokasi pembangunan gapura baru. Jaraknya disebut kurang dari 500 meter sehingga memunculkan pertanyaan mengenai fungsi dan urgensi pembangunan penanda batas baru di kawasan yang sama.

Dengan kondisi tersebut, proyek gapura bukan hanya menjadi pembahasan mengenai nilai anggaran, tetapi juga mengenai penataan kawasan perbatasan dan fungsi bangunan tersebut sebagai identitas wilayah.

Dedi Mulyadi Beri Penjelasan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memberikan penjelasan mengenai polemik pembangunan gapura tersebut.

Menurut Dedi, anggaran proyek tidak semata-mata digunakan untuk membangun sebuah gapura. Penataan kawasan serta peningkatan kualitas jalan di sekitar lokasi juga menjadi bagian dari rencana pemerintah.

Dedi mengatakan kawasan perbatasan Jakarta-Jawa Barat perlu ditata karena menjadi salah satu wajah pertama Jawa Barat yang dilihat masyarakat ketika memasuki wilayah provinsi tersebut dari arah Jakarta.

Ia juga menyebut kualitas jalan di kawasan tersebut perlu ditingkatkan agar lebih merepresentasikan jalan provinsi.

Dengan demikian, pembangunan gapura tersebut diposisikan sebagai bagian dari penataan kawasan perbatasan, bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan gerbang.

Gunakan Konsep Candi Bentar

Dari sisi desain, gapura perbatasan tersebut menggunakan konsep Candi Bentar.

Dedi menjelaskan, desain tersebut bukan konsep yang dibuat khusus hanya untuk Depok. Bentuk serupa digunakan sebagai karakter gerbang di sejumlah titik perbatasan Jawa Barat.

Konsep tersebut dimaksudkan untuk memberikan identitas visual yang lebih kuat pada kawasan perbatasan sekaligus mempertegas keberadaan wilayah Jawa Barat.

Ditargetkan Rampung Sekitar Tiga Bulan

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat Rudi Hermawan Kusumah menyebut pengerjaan proyek ditargetkan berlangsung sekitar tiga bulan atau selesai pada awal Desember 2026.

Pemerintah juga menyiapkan penataan infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Pemprov Jawa Barat sebelumnya menyatakan terdapat rencana peningkatan sejumlah infrastruktur di Depok, termasuk perbaikan jalan dan rencana pembangunan infrastruktur transportasi lainnya.

Dengan adanya proyek tersebut, pemerintah berharap kawasan perbatasan Jakarta-Jawa Barat tidak hanya memiliki penanda wilayah yang lebih jelas, tetapi juga memiliki kualitas infrastruktur yang lebih baik.

Meski demikian, besarnya nilai pagu pembangunan tetap menjadi perhatian publik.

Transparansi mengenai komponen pekerjaan dan penggunaan anggaran menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas bagian mana saja yang dibiayai dalam proyek tersebut.

Terlebih, lokasi pembangunan berada di kawasan yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi.

Karena itu, publik kini tidak hanya menunggu tampilan akhir gapura, tetapi juga berharap penataan kawasan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.