Viral Usai Bawa Sajam Saat Pembubaran Ibadah GKPI, Unggahan Lama Gozil Kembali Disorot!
HAIJAKARTA.ID- Nama Aji Cahyono Putra alias Gozil kembali menjadi perhatian publik setelah aksinya saat pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial.
Perhatian terhadap Gozil kembali muncul setelah sejumlah unggahan lama dari akun TikTok yang disebut-sebut berkaitan dengannya beredar kembali di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, terlihat sosok yang dinarasikan sebagai Gozil sedang merokok dan memegang sebuah botol.
Sejumlah akun media sosial kemudian memberikan narasi bahwa botol tersebut merupakan minuman keras.
Namun, hingga kini belum ditemukan keterangan resmi atau sumber independen yang dapat memastikan identitas pemilik akun maupun isi botol dalam unggahan lama tersebut.
Karena itu, informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar di media sosial.
Peredaran kembali unggahan lama itu pun memunculkan beragam komentar warganet, terutama setelah nama Gozil sebelumnya ramai diperbincangkan akibat insiden pembubaran ibadah jemaat GKPI di Rajeg.
Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Viral di Media Sosial
Sebelumnya, Gozil menjadi sorotan setelah mendatangi lokasi kegiatan ibadah jemaat GKPI di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (20/9/2026).
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah warga mendatangi lokasi yang digunakan jemaat GKPI untuk beribadah.
Aji Cahyono Putra terlihat membawa benda yang disebut sebagai senjata tajam dan meminta kegiatan ibadah dihentikan.
Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian luas karena terjadi ketika jemaat sedang menjalankan kegiatan keagamaan.
Sejumlah pemberitaan menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan keberadaan dan perizinan tempat ibadah.
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kemudian turut memberikan pendampingan kepada jemaat GKPI Rajeg.
PGI menyebut pembubaran tersebut disertai tindakan intimidasi dan dugaan ancaman menggunakan senjata tajam.
Gozil Akhirnya Minta Maaf
Setelah video aksinya viral, Aji Cahyono Putra menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Polresta Tangerang memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak jemaat GKPI di Kantor Kecamatan Rajeg pada Minggu malam.
Dalam pernyataannya, Aji mengaku khilaf dan meminta maaf kepada umat Kristen atas kejadian yang berlangsung di lokasi ibadah.
Ia juga memberikan penjelasan mengenai benda tajam yang dibawanya. Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, Aji mengatakan dirinya baru selesai melakukan aktivitas memotong rumput sehingga masih membawa alat tersebut.
Perselisihan Berakhir dengan Kesepakatan Damai
Mediasi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Polresta Tangerang, Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, tokoh agama, warga, serta pihak jemaat menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyatakan pihaknya menerima penyelesaian secara damai dan tidak ingin persoalan tersebut berlanjut.
Pemerintah daerah juga akan membantu menyediakan tempat sementara bagi jemaat untuk melaksanakan kegiatan ibadah sambil proses administrasi terkait perizinan tempat ibadah berjalan. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan bersama.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengapresiasi langkah kedua pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.
Unggahan Lama Kembali Jadi Perbincangan
Di tengah penyelesaian persoalan tersebut, muncul kembali sejumlah unggahan lama dari media sosial yang dinarasikan berkaitan dengan Aji Cahyono Putra alias Gozil.
Unggahan itu memperlihatkan seorang pria yang disebut sebagai Gozil sedang merokok dan memegang sebuah botol.
Konten tersebut kemudian kembali dibagikan sejumlah akun dan memunculkan berbagai komentar dari warganet.
Meski demikian, identitas akun dan konteks asli video tersebut belum terverifikasi secara independen. Begitu pula dengan klaim mengenai isi botol yang disebut sebagai minuman keras.
Karena itu, unggahan lama tersebut perlu dilihat secara proporsional dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan mengenai pribadi maupun perilaku Aji Cahyono Putra.
Sementara itu, fakta yang telah dikonfirmasi sejumlah media adalah Aji merupakan warga yang terlihat membawa senjata tajam ketika terjadi pembubaran kegiatan ibadah GKPI di Rajeg dan kemudian menyampaikan permohonan maaf setelah proses mediasi.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut kegiatan ibadah dan kerukunan antarumat beragama.
Aparat dan pemerintah daerah telah mendorong penyelesaian melalui musyawarah serta mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

