sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan gelaran musik berskala besar turut memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi di Ibu Kota.

Menurut Pramono, penyelenggaraan Pestapora 2026 dan konser The Weeknd di Jakarta dalam dua hari terakhir memberikan dampak ekonomi yang nilainya hampir mencapai Rp250 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau Kali Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

“Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar,” kata Pramono.

Pramono menyebut geliat ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan acara musik tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas Jakarta sebagai kota metropolitan sekaligus kota global.

Pestapora dan The Weeknd Digelar di Jakarta

Pestapora 2026 berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sementara The Weeknd menggelar konser bertajuk After Hours Til Dawn Tour di Jakarta International Stadium (JIS) pada 26 dan 27 September 2026.

Konser The Weeknd tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur Asia sang penyanyi asal Kanada. Jakarta menjadi salah satu kota dalam rangkaian pertunjukan tersebut sebelum tur berlanjut ke sejumlah kota lain di Asia.

Besarnya acara tersebut membuat aktivitas masyarakat ikut meningkat. Pergerakan penonton dan pengunjung berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara dan mobilitas masyarakat.

Jakarta Disebut Semakin Dipercaya Jadi Tuan Rumah Acara Internasional

Selain membahas dampak ekonomi, Pramono juga menyoroti meningkatnya kepercayaan terhadap Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan pertunjukan musik berskala internasional.

Ia mengatakan hal tersebut juga menjadi pembahasan ketika dirinya bertemu dengan pihak New York University dalam kunjungannya ke New York, Amerika Serikat.

Pramono menyebut pihak kampus memberikan apresiasi terhadap perkembangan Jakarta sebagai kota global, termasuk karena semakin banyak musisi internasional yang memilih Jakarta sebagai lokasi pertunjukan.

Sejumlah nama yang disebut Pramono antara lain The Weeknd, Ye, hingga Westlife.

“Mereka tahu bahwa di Jakarta akan ada Ye, akan ada The Weeknd yang baru dua hari yang lalu berjalan dengan baik, kemudian ada Westlife,” ujarnya.

Westlife hingga Ye Disebut Akan Meramaikan Jakarta

Pramono juga menyebut sejumlah agenda musik internasional lain yang akan berlangsung di Jakarta.

Ia mengatakan Westlife dijadwalkan tampil di Jakarta pada 23 Januari 2027. Sementara itu, Pramono menyebut Ye akan menggelar pertunjukan di Jakarta sebagai salah satu agenda di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.

Ia juga menyinggung nama penyanyi opera internasional Andrea Bocelli yang dijadwalkan tampil di kawasan Borobudur.

Menurut Pramono, rangkaian acara tersebut menunjukkan semakin beragamnya agenda pertunjukan yang berlangsung di kawasan Jakarta dan sekitarnya. “Sehingga dengan demikian ini membuat Jakarta lebih colorful,” kata Pramono.

Konser Jadi Bagian dari Geliat Ekonomi Kreatif Jakarta

Penyelenggaraan konser dan festival musik berskala besar tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan di atas panggung.

Aktivitas tersebut juga melibatkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari penyelenggara acara hingga mobilitas penonton.

Dengan adanya berbagai agenda internasional, Jakarta menjadi salah satu lokasi yang terus digunakan untuk pertunjukan musisi dan seniman dari berbagai negara.

Data penyelenggaraan The Weeknd juga menunjukkan Jakarta International Stadium menjadi salah satu lokasi dalam rangkaian After Hours Til Dawn Tour di Asia.

Pramono menilai keberadaan acara-acara tersebut turut memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang mampu menjadi tuan rumah berbagai pertunjukan berskala internasional.

Meski demikian, angka hampir Rp250 miliar yang disampaikan Pramono merupakan angka berdasarkan laporan yang diterimanya.

Dalam keterangan yang dikutip sejumlah media, belum dijelaskan secara rinci komponen perhitungan maupun sektor ekonomi apa saja yang masuk dalam angka tersebut.

Dengan semakin banyaknya agenda musik berskala besar, aktivitas industri hiburan di Jakarta pun menjadi salah satu bagian dari dinamika ekonomi dan daya tarik kota tersebut sebagai destinasi penyelenggaraan acara internasional.