Bocah Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal, Keluarga Soroti Ketidakhadiran Pihak Sekolah Saat Pemakaman!
HAIJAKARTA.ID- Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SD Negeri 1 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh dua kakak kelasnya.
Jenazah Aqib yang masih berusia 7 tahun dimakamkan di Pemakaman Cikemplong, Kelurahan Kebondalem, Pemalang, pada Kamis (1/10/2026) siang.
Prosesi pemakaman dilakukan setelah jenazah menjalani autopsi. Autopsi terhadap korban dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Tengah bersama Tim Inafis Polres Pemalang.
Setelah proses tersebut selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman yang lokasinya tidak jauh dari kediaman korban.
Namun, suasana duka keluarga Aqib juga diwarnai kekecewaan terhadap pihak sekolah. Keluarga menyebut tidak ada perwakilan dari SD Negeri 1 Kebondalem yang hadir saat prosesi pemakaman berlangsung.
Tante korban, Kusyani (36), mengatakan pihak sekolah baru datang ke rumah keluarga beberapa jam setelah pemakaman selesai.
“Saat pemakaman, dari pihak sekolah tidak ada yang datang. Perwakilan guru datang sore jam tiganan,” ujar Kusyani saat dikonfirmasi Disway Jateng, Jumat (2/10/2026).
Menurut Kusyani, kedatangan guru tersebut juga tidak disertai kehadiran kepala sekolah. Kepala SD Negeri 1 Kebondalem, Erning Kustini, disebut belum datang menemui keluarga korban secara langsung.
“Tapi kepala sekolahnya tidak datang,” kata Kusyani.
Keluarga Sebut Belum Menerima Permintaan Maaf
Selain mempersoalkan ketidakhadiran pihak sekolah saat pemakaman, keluarga Aqib juga menyampaikan bahwa hingga saat itu belum ada permintaan maaf yang disampaikan secara langsung kepada mereka.
Kusyani mengatakan, sejak Aqib meninggal dunia, keluarga belum menerima permintaan maaf dari pihak sekolah.
Bahkan, ketika perwakilan sekolah datang ke rumah pada Kamis sore, keluarga menyebut tidak ada penyampaian permintaan maaf.
“Tidak ada kata maaf sih pas kemarin pihak sekolah ke sini,” ujar Kusyani.
Keterangan keluarga tersebut menjadi salah satu sorotan dalam kasus meninggalnya Aqib yang sebelumnya dikaitkan dengan dugaan perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah Dihubungi
Disway Jateng kemudian mencoba mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kepala SD Negeri 1 Kebondalem, Erning Kustini, melalui pesan telepon seluler pada Jumat (2/10/2026) pagi.
Konfirmasi dilakukan untuk memperoleh penjelasan dari pihak sekolah mengenai ketidakhadiran saat pemakaman serta tudingan keluarga bahwa belum ada permintaan maaf secara langsung.
Kasus meninggalnya Aqib kini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar.
Proses penyelidikan dan pendalaman terhadap penyebab meninggalnya korban juga masih menjadi bagian penting untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.
Keluarga berharap persoalan tersebut dapat diusut secara jelas sehingga penyebab kematian Aqib dan rangkaian kejadian yang dialaminya dapat diketahui secara terang.

