Jakarta Masuk 15 Besar Kota dengan Transportasi Umum Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Sejumlah Kota Eropa!
HAIJAKARTA.ID- Jakarta mencatatkan prestasi dalam pemeringkatan transportasi publik dunia 2026.
Ibu kota Indonesia tersebut menempati posisi ke-15 dalam daftar 20 kota dengan transportasi umum terbaik di dunia versi majalah Time Out, dengan perolehan skor 79,2 persen.
Pencapaian ini menempatkan Jakarta dalam daftar kota-kota dunia yang dinilai memiliki layanan transportasi publik berkualitas.
Jakarta juga bersanding dengan sejumlah kota besar internasional, seperti Taipei, Singapura, Hong Kong, Seoul, hingga Stockholm.
Berdasarkan daftar yang beredar, pemeringkatan tersebut menempatkan Taipei, Taiwan, di posisi pertama dengan skor 95 persen.
Shanghai, China, menyusul di peringkat kedua dengan 93,5 persen, kemudian Singapura di posisi ketiga dengan 92,8 persen.
Sementara itu, Hong Kong berada di peringkat keempat dengan skor 92,4 persen, disusul Edinburgh, Skotlandia, di posisi kelima dengan 91,1 persen.
Jakarta berada di posisi ke-15 dengan skor 79,2 persen, tepat di bawah Stockholm, Swedia, yang menempati peringkat ke-14 dengan 80,3 persen.
Di bawah Jakarta, terdapat Riyadh, Arab Saudi, di posisi ke-16 dengan skor 78,2 persen.
Integrasi Transportasi Jadi Bagian Penting Perkembangan Jakarta
Posisi Jakarta dalam daftar tersebut menjadi sorotan di tengah perkembangan layanan transportasi publik di ibu kota.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta terus mengembangkan jaringan angkutan umum yang menghubungkan berbagai kawasan permukiman, pusat bisnis, hingga fasilitas publik.
Pilihan transportasi publik di Jakarta mencakup Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), TransJakarta, Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, serta layanan pengumpan seperti Mikrotrans.
Keberadaan berbagai moda tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat untuk beraktivitas di dalam kota maupun menuju wilayah penyangga Jakarta.
Integrasi antarmoda juga menjadi aspek penting dalam membangun sistem transportasi yang lebih mudah digunakan.
Melalui konektivitas layanan, penumpang diharapkan dapat berpindah dari satu moda ke moda lainnya dengan lebih praktis untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
Selain pengembangan jaringan kereta dan bus, layanan pengumpan seperti Mikrotrans berperan menjangkau kawasan yang tidak selalu berada dekat dengan stasiun atau koridor utama.
Dengan demikian, transportasi publik dapat menjadi pilihan bagi lebih banyak kelompok masyarakat.
Jakarta Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
Masuknya Jakarta dalam 15 besar menunjukkan bahwa transportasi publik ibu kota menjadi bagian dari perhatian dalam perbandingan antarkota di tingkat internasional.
Namun, pemeringkatan tersebut perlu dilihat berdasarkan indikator yang digunakan. Skor 79,2 persen dalam daftar ini tidak serta-merta berarti 79,2 persen penduduk Jakarta menggunakan transportasi umum atau seluruh aspek layanan telah memenuhi standar yang sama dengan kota-kota di posisi teratas.
Untuk menilai kualitas transportasi secara menyeluruh, sejumlah aspek lain juga perlu diperhatikan, seperti ketepatan waktu, jangkauan layanan, kenyamanan, keamanan, keterjangkauan tarif, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta kemudahan perpindahan antarmoda.
Tantangan Jakarta masih berkaitan dengan pemerataan akses transportasi, kepadatan perjalanan pada jam sibuk, dan konektivitas perjalanan dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas.
Pengembangan transportasi publik karena itu perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Capaian dalam daftar Time Out 2026 dapat menjadi momentum bagi Jakarta untuk melanjutkan pembenahan sistem transportasi publik.
Konsistensi dalam meningkatkan integrasi, jangkauan, dan kenyamanan layanan akan menjadi faktor penting agar angkutan umum semakin diminati masyarakat.
Dengan semakin terhubungnya berbagai moda transportasi, Jakarta diharapkan mampu menghadirkan perjalanan yang lebih efisien sekaligus mendukung mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan.

