Singapura Identifikasi 7 Perusahaan Terkait Karhutla di Sumatera, Tiga Terhubung dengan Pemasok APP!
HAIJAKARTA.ID- Otoritas Singapura mengidentifikasi tujuh perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena asap yang ditimbulkan turut berdampak hingga ke negara tetangga, termasuk Singapura.
Berdasarkan informasi yang dilaporkan, identifikasi tersebut merujuk pada penyelidikan National Environment Agency (NEA), lembaga lingkungan hidup Singapura.
Ketujuh perusahaan yang masuk dalam daftar diketahui mengelola kawasan hutan di Sumatera. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai asal kepemilikan seluruh perusahaan tersebut, apakah berasal dari Indonesia atau Singapura.
Identifikasi oleh otoritas juga perlu dibedakan dari penetapan kesalahan hukum terhadap perusahaan yang bersangkutan.
Adapun tujuh perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut meliputi:
- Bumi Andalas Permai
- Bumi Mekar Hijau
- Paramitra Mulia Langgeng
- Sumatera Alam Anugerah
- SBA Wood Industries
- Hutan Lestari Raya
- Bangkanesia
Tiga Perusahaan Disebut sebagai Pemasok Kayu APP
Dari tujuh nama tersebut, Bumi Andalas Permai, Bumi Mekar Hijau, dan SBA Wood Industries disebut memiliki keterkaitan sebagai pemasok kayu bagi Asia Pulp & Paper (APP), perusahaan yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group.
Keterkaitan bisnis tersebut menjadi salah satu informasi penting dalam penelusuran rantai pasok industri kehutanan.
Namun, hubungan sebagai pemasok tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu perusahaan bertanggung jawab atas kebakaran yang terjadi.
Penentuan tanggung jawab tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lokasi kebakaran, aktivitas operasional perusahaan, bukti lapangan, serta hasil penyelidikan dari otoritas yang berwenang.
Dugaan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar Juga Diselidiki
Selain perusahaan pengelola kawasan hutan di Sumatera, laporan tersebut menyebut adanya penyelidikan terhadap perusahaan yang tercatat di bursa Singapura terkait dugaan pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran.
Perusahaan yang disorot disebut merupakan anak usaha dari produsen kelapa sawit Kencana Agri, yang tercatat di bursa Singapura.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan adanya keterlibatan hukum perusahaan tertentu dalam setiap titik kebakaran.
Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi persoalan serius karena dapat memicu kebakaran yang meluas, merusak ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat, serta menghasilkan asap yang menyebar melampaui batas wilayah negara.
Asap Karhutla Berdampak hingga ke Negara Tetangga
Karhutla di Indonesia bukan hanya persoalan kerusakan lingkungan di wilayah terdampak. Asap yang terbawa angin dapat menyebar ke kawasan lain, menurunkan kualitas udara, dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Dampaknya dapat dirasakan melalui meningkatnya paparan partikel polutan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Kondisi tersebut juga berpotensi menghambat aktivitas luar ruangan dan meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan hutan dan perkebunan, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan, serta transparansi rantai pasok industri yang menggunakan hasil hutan.
Pemeriksaan yang menyeluruh diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran, mengidentifikasi pihak yang benar-benar bertanggung jawab, dan mencegah kejadian serupa berulang.

