sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menegaskan komitmen penindakan tegas terhadap praktik premanisme yang kembali marak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hal ini disampaikan menyusul kasus pemalakan terhadap pedagang bubur yang viral di media sosial. Pramono mengatakan pelaku pemalakan tersebut telah ditindak cepat oleh aparat.

Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak terkait saat menerima laporan insiden tersebut, termasuk menghubungi Kepala Satpol PP DKI Jakarta untuk memastikan penanganan di lapangan.

“Saya pada saat itu juga langsung menelpon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan,” kata Pramono, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan, tindakan premanisme seperti pemalakan tidak akan ditoleransi di Jakarta.

“Yang malak dan merusak langsung ditangkap dan ditahan,” ucapnya.

Aksi Pemalakan Marak di Tanah Abang, Tiga Pelaku Sudah Diamankan

Polisi diketahui telah menangkap tiga orang pelaku pemalakan terhadap pedagang bubur di Tanah Abang. Ketiganya kini diamankan di Mapolsek Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan.

Ketiga pelaku berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36). Dalam rekaman video yang diperoleh wartawan, ketiganya terlihat digiring ke Mapolsek Tanah Abang.

Berbeda dengan saat melakukan aksi pemalakan, ketiganya tampak tertunduk lesu saat diamankan petugas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, (9/4/2026) sekitar pukul 23.40 WIB. Dalam video yang beredar, pelaku terlihat melakukan pemerasan terhadap pedagang serta merusak barang dagangan, termaasuk memecahkan mangkuk milik penjual bubur.

Respons Terhadap Isu Keamanan Jakarta

Pramono juga menanggapi sorotan publik terkait kondisi keamanan Jakarta yang kerap disebut sebagai salah satu kota teraman di kawasan ASEAN. Ia menjelaskan bahwa penilaian tersebut berasal dari survei global, bukan hanya pernyataan sepihak dari pemerintah daaerah.

Meski demikian, ia mengaku dinamika di kota besar seperti Jakarta tetap ada, mengingat jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 11 juta jiwa.

“Jakarta dengan penduduk lebih dari 11 juta, tentu tidak mungkin semuanya tanpa masalah. Tapi yang seperti itu tidak langsung kami tindak tegas,” katanya.

Ia menekankan, bahwa kecepatan respons menjadi kunci dalam menjaga rasa aman masyarakat. Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap gangguan ketertiban dapat segera ditangani.

“Yang penting adalah respons cepat dan penindakan tegas,” pungkasnya.