Bakar Kertas untuk Usir Laba-laba, Vila di Badung Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp2 Miliar!
HAIJAKARTA.ID- Sebuah vila di Kabupaten Badung, Bali, mengalami kebakaran hingga seluruh bangunan dan isinya ludes terbakar.
Peristiwa tersebut terjadi setelah seorang warga negara asing (WNA) asal Nepal, Gaorap Rana, membakar kertas di dalam kamar mandi.
Kebakaran itu terjadi pada Senin (5/10/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gaorap awalnya membakar kertas dengan tujuan mengusir laba-laba yang berada di kamar mandi vila.
Namun, tindakan tersebut justru berujung pada kebakaran. Kertas yang telah dibakar tersebut disebut terbang terbawa angin hingga mengenai bagian atap vila yang terbuat dari alang-alang.
Material atap yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Kobaran api kemudian merambat ke bagian lain bangunan hingga akhirnya membakar seluruh vila.
Api Cepat Merembet ke Seluruh Bangunan
Kebakaran bermula dari kertas yang dibakar untuk mengusir laba-laba. Setelah kertas tersebut terbawa angin dan menyambar atap alang-alang, api dengan cepat menyebar.
Kondisi bangunan yang memiliki bagian berbahan mudah terbakar membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Api kemudian merembet dari bagian atap dan membakar bagian-bagian lain dari vila.
Dalam waktu singkat, kobaran api melalap seluruh bangunan. Tidak hanya bangunan vila, berbagai barang dan isi di dalamnya juga ikut terbakar.
Gaorap Rana yang berada di lokasi kejadian berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada informasi dalam laporan tersebut yang menyebutkan adanya korban jiwa akibat kebakaran.
Meski berhasil menyelamatkan diri, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Seluruh isi vila dilaporkan tidak dapat diselamatkan setelah api membakar bangunan.
Kerugian Kebakaran Ditaksir Rp2 Miliar
Kasi Humas Polres Badung, Ipda Yuni, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa api dengan cepat merambat dan akhirnya membakar seluruh bagian vila.
“Api merembet cepat itu membakar semua bagian vila. Kerugian ditaksir Rp 2 miliar,” jelas Ipda Yuni.
Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Nilai kerugian tersebut mencakup bangunan vila beserta berbagai barang yang berada di dalamnya dan ikut hangus terbakar.
Peristiwa ini menunjukkan besarnya risiko penggunaan api di sekitar material yang mudah terbakar. Api yang awalnya digunakan untuk membakar selembar kertas dapat berkembang menjadi kebakaran besar ketika terkena material seperti alang-alang.
Terlebih, kondisi angin juga dapat membuat benda yang masih menyimpan bara api berpindah dan menyambar bagian bangunan lainnya.
Berawal dari Hal Sederhana
Kebakaran vila di Badung tersebut bermula dari tindakan yang terlihat sederhana, yakni membakar kertas untuk mengusir laba-laba di kamar mandi.
Namun, api yang tidak sepenuhnya terkendali dapat menimbulkan konsekuensi besar. Kertas yang terbakar dan terbawa angin akhirnya menjadi sumber api yang menyambar bagian atap vila.
Setelah atap terbakar, api kemudian menjalar dengan cepat hingga menghanguskan seluruh bangunan.
Beruntung, Gaorap Rana dapat menyelamatkan diri dari lokasi sebelum kebakaran semakin meluas. Kendati demikian, bangunan vila beserta seluruh isinya tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan api di dalam maupun sekitar bangunan perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.
Terlebih jika terdapat material yang mudah terbakar, seperti alang-alang atau bahan bangunan lainnya.
Kebakaran di Badung ini kini menyisakan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Polisi masih menangani dan mendalami kejadian tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa kebakaran yang menghanguskan vila tersebut.
