HAIJAKARTA.ID- Gelombang penolakan terhadap penyelenggaraan RANS Carnival di Yogyakarta semakin meluas.

Setelah sejumlah musisi mengumumkan pembatalan penampilan, belasan tenant kuliner dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal juga memilih menarik diri dari festival yang dijadwalkan berlangsung di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Keputusan tersebut menjadi perhatian publik setelah muncul seruan boikot di media sosial yang turut menyeret nama Raffi Ahmad.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu sebelumnya menjadi sorotan setelah menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Kehadiran Raffi dalam kegiatan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian masyarakat menyampaikan kritik dan ketidakpuasan melalui media sosial hingga berkembang menjadi seruan untuk memboikot sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan RANS.

Dampak dari situasi tersebut terlihat pada daftar pengisi acara RANS Carnival. Tiga penampil yang sebelumnya dijadwalkan meramaikan festival, yakni OM Wawes, Guyon Waton, dan Masdddho, memutuskan untuk tidak melanjutkan keikutsertaan mereka.

OM Wawes, salah satu grup musik asal Yogyakarta, bahkan menyampaikan pengunduran diri melalui pernyataan resmi di media sosial.

Mereka menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat saat ini.

Dalam pernyataannya, OM Wawes menyebut tidak ingin melukai perasaan masyarakat Yogyakarta. Grup musik tersebut juga berharap keputusan yang diambil dapat menghindarkan munculnya kekecewaan lebih lanjut.

Pembatalan penampilan para musisi kemudian berdampak pada persiapan tenant yang sebelumnya telah mendaftar untuk berjualan di lokasi festival.

Ketidakpastian jumlah pengunjung menjadi salah satu pertimbangan para pelaku usaha untuk membatalkan keikutsertaan mereka.

Sejumlah tenant kuliner dan UMKM lokal memilih melakukan loading out atau membongkar kembali stan yang sudah didirikan.

Beberapa nama usaha yang terlihat mengumumkan pengunduran diri melalui Threads di antaranya @kalapaa.id, @cuann.king, @donutsbun.co, Jimny Coffee, hingga Mochi Oleebe.

Keputusan tersebut tidak sepenuhnya mudah bagi para pedagang. Sebagian tenant diketahui telah mempersiapkan kebutuhan operasional, termasuk membeli bahan baku dan menyiapkan stok produk dalam jumlah besar untuk menyambut pengunjung festival.

Namun, di tengah situasi yang berkembang, mereka memilih untuk tidak melanjutkan partisipasi.

Selain mempertimbangkan potensi kerugian akibat ketidakpastian pengunjung, keputusan itu juga menjadi bentuk solidaritas terhadap situasi yang tengah berkembang di masyarakat.

Di sisi lain, respons warganet justru berkembang menjadi gerakan dukungan bagi para pelaku UMKM yang terdampak.

Sejumlah pengguna Threads membagikan kembali akun media sosial, lokasi usaha, serta produk yang dijual oleh tenant yang memutuskan mundur dari festival tersebut.

Warganet juga mengajak masyarakat Yogyakarta untuk tetap mendukung usaha para pedagang dengan membeli produk mereka secara langsung maupun melalui pemesanan daring.

Langkah ini dilakukan agar persediaan bahan baku dan produk yang telanjur disiapkan tidak terbuang sia-sia serta dapat membantu pelaku usaha tetap memperoleh pemasukan.

Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana polemik yang berkembang di media sosial dapat berdampak pada berbagai pihak, termasuk musisi dan pelaku UMKM yang terlibat dalam sebuah acara hiburan.

Hingga saat ini, keberlangsungan RANS Carnival di kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman, masih menjadi perhatian publik.

Mundurnya sejumlah penampil dan tenant membuat penyelenggaraan festival tersebut berada dalam sorotan, terutama terkait kesiapan acara serta respons penyelenggara terhadap situasi yang berkembang.