BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Cetak Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Jaminan Sosial!
HAIJAKARTA.ID- BPJS Ketenagakerjaan dan BI siapkan program cetak wirausaha baru dari dana manfaat jaminan sosial untuk mendukung lahirnya wirausaha baru di berbagai daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi perlindungan sosial bagi para pekerja, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan peserta melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, dengan jajaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa (2/6/2026).
Dana Manfaat Berpotensi Menjadi Modal Usaha
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari peningkatan literasi keuangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perluasan akses pembiayaan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menerima manfaat program jaminan sosial.
Bambang menjelaskan bahwa setiap tahun BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan dana manfaat dalam jumlah besar kepada jutaan peserta.
Namun, tidak sedikit penerima manfaat yang masih menghadapi kendala dalam mengelola dana tersebut sehingga manfaat ekonomi jangka panjangnya belum optimal.
Menurutnya, dana yang diterima peserta dari berbagai program perlindungan sosial sebenarnya memiliki potensi besar untuk dijadikan modal awal usaha atau sumber penghasilan baru bagi keluarga.
Program yang dimaksud antara lain:
- Jaminan Hari Tua (JHT)
- Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
- Jaminan Kematian (JKM)
Apabila dikelola dengan baik, dana tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bantalan ekonomi sementara, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu peserta membangun usaha mandiri.
Fokus pada Literasi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM
BPJS Ketenagakerjaan menilai kerja sama dengan Bank Indonesia dapat diarahkan pada peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan para penerima manfaat.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perencanaan keuangan, investasi produktif, dan pengembangan usaha, peserta diharapkan mampu mengubah dana manfaat menjadi aset yang memberikan nilai tambah jangka panjang.
Selain edukasi keuangan, sinergi kedua lembaga juga berpotensi membuka akses yang lebih luas terhadap pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, serta konektivitas dengan ekosistem UMKM yang telah dibina oleh Bank Indonesia di berbagai daerah.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Kerja sama ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Dengan semakin banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mampu membangun usaha setelah menerima manfaat program jaminan sosial, diharapkan tercipta lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Model pemberdayaan seperti ini juga dapat meningkatkan efektivitas manfaat jaminan sosial, karena dana yang diterima peserta tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga menjadi modal yang produktif dan berkelanjutan.
BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Indonesia masih akan mematangkan berbagai skema kolaborasi agar program yang dirancang dapat memberikan dampak nyata bagi peserta dan masyarakat luas.
