Cap Go Meh 2026 di Jakarta Siap Digelar: Ada Barongsai, Ondel-Ondel, Hingga Kuliner Khas!
HAIJAKARTA.ID- Perayaan Cap Go Meh 2026 di Jakarta siap digelar pada Selasa, 3 Maret 2026.
Momen ini menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender lunar Tionghoa.
Informasi jadwal dan lokasi kegiatan Cap Go Meh di ibu kota disampaikan melalui akun resmi Instagram Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (@dkijakarta).
Warga yang ingin merasakan kemeriahan suasana Imlek masih dapat menghadiri perayaan ini secara langsung.
Jadwal dan Lokasi Cap Go Meh 2026 di Jakarta
Perayaan Cap Go Meh tahun ini akan berlangsung di:
- Hari/Tanggal: Selasa, 3 Maret 2026
- Waktu: Pukul 10.00–14.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB
- Lokasi: Pancoran Chinatown Point Mall
Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan menghadirkan berbagai pertunjukan seni serta kegiatan budaya yang sarat makna.
Rangkaian Acara yang Digelar
Beragam kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan Cap Go Meh 2026, di antaranya:
- Bazar UMKM
- Pertunjukan ondel-ondel
- Tari Selendang Dendang
- Atraksi barongsai dan liong
- Musik tradisional tanjidor
- Permainan tradisional egrang
Perpaduan pertunjukan budaya Betawi dan Tionghoa ini mencerminkan akulturasi yang telah lama tumbuh dan berkembang di Jakarta.
Apakah 3 Maret 2026 Termasuk Hari Libur?
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tanggal 3 Maret 2026 tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Artinya, perayaan Cap Go Meh 2026 tidak termasuk tanggal merah. Sebelumnya, libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili telah berlangsung pada 16 dan 17 Februari 2026.
Dengan demikian, aktivitas perkantoran dan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan seperti biasa pada hari pelaksanaan Cap Go Meh.
Sejarah dan Makna Perayaan Cap Go Meh
Secara etimologis, Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang berarti “malam ke-15”.
Tradisi ini menandai puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.
Sejarah mencatat, perayaan Cap Go Meh bermula dari ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa pemerintahan Dinasti Han.
Pada awalnya, ritual tersebut dilakukan secara terbatas di lingkungan istana. Namun, seiring berakhirnya kekuasaan Dinasti Han, tradisi ini berkembang dan dirayakan secara luas oleh masyarakat.
Di Indonesia, Cap Go Meh tidak hanya identik dengan festival lampion dan pertunjukan barongsai, tetapi juga menjadi simbol harmoni budaya.
Berbagai daerah seperti Singkawang, Pontianak, hingga Jakarta memiliki ciri khas masing-masing dalam merayakannya.
Kuliner Khas Cap Go Meh
Perayaan Cap Go Meh juga identik dengan sajian kuliner khas, seperti:
- Mie panjang umur, yang melambangkan harapan akan umur panjang dan keberuntungan.
- Lontong Cap Go Meh, hidangan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara yang berisi lontong, opor ayam, sambal goreng, serta telur rebus sebagai pengganti yuan xiao.
Kuliner tersebut menjadi simbol keberkahan dan kebersamaan dalam keluarga.
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Jakarta menjadi momentum untuk mempererat toleransi serta merayakan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di ibu kota.
Meski bukan hari libur nasional, masyarakat tetap dapat menikmati kemeriahan acara pada waktu yang telah ditentukan.
