Daftar Jurusan yang Paling Disesali Lulusan Menurut ZipRecruiter, Tertinggi Jurnalisme!
HAIJAKARTA.ID – Berikut ini adalah daftar jurusan yang paling disesali dan dinilai kurang memuaskan oleh para lulusan.
Berdasarkan data yang beredar, sejumlah jurusan disebut memiliki tingkat penyesalan tinggi setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan mereka.
Fenomena ini memicu diskusi luas, terutama di kalangan calon mahasiswa yang tengah menentukan pilihan studi.
Banyak pihak menilai, pemilihan jurusan tanpa pertimbangan matang dapat berdampak pada karier di masa depan.
Daftar Jurusan yang Paling Disesali Lulusan Menurut ZipRecruiter
Berikut ini 10 jurusan yang paling disesali oleh mahasiswa setelah lulus, berdasarkan persentase tingkat penyesalan:
- Jurnalisme (87%)
- Sosiologi (72%)
- Seni (72%)
- Komunikasi (64%)
- Pendidikan (61%)
- Manajemen Marketing dan Riset (60%)
- Pendamping Medis (56%)
- Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
- Biologi (52%)
- Sastra Inggris (52%)
Persentase tersebut menunjukkan tingkat ketidakpuasan lulusan terhadap prospek kerja, gaji, atau relevansi bidang studi dengan kebutuhan industri saat ini.
Alasan Jurusan yang Paling Disesali
Sejumlah lulusan mengungkapkan alasan di balik penyesalan mereka. Salah satu faktor utama adalah minimnya peluang kerja yang sesuai dengan bidang studi.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, lapangan kerja yang relevan ternyata tidak sebanyak yang dibayangkan sebelumnya,” ujar seorang lulusan, menggambarkan pengalaman banyak mahasiswa.
Pernyataan tersebut merupakan pengubahan dari ungkapan asli tanpa menghilangkan makna, yang menyoroti realita di dunia kerja.
Selain itu, faktor lain yang memicu munculnya daftar jurusan yang paling disesali adalah rendahnya tingkat penghasilan di beberapa bidang, serta ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan.
Para pakar pendidikan mengingatkan pentingnya riset mendalam sebelum menentukan jurusan kuliah. Calon mahasiswa disarankan mempertimbangkan minat, bakat, serta peluang kerja di masa depan.
“Pemilihan jurusan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan industri dan kemampuan pribadi,” kata seorang pengamat pendidikan.
Dengan memahami risiko dan peluang, diharapkan calon mahasiswa dapat menghindari memilih jurusan yang paling disesali di kemudian hari.

