Daftar Penipuan yang Biasa Terjadi Jelang Lebaran, OJK Ingatkan Masyarakat Waspada
HAIJAKARTA.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri, berbagai modus kejahatan keuangan kembali marak terjadi.
Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap daftar penipuan yang biasa terjadi jelang lebaran yang kerap memanfaatkan momen meningkatnya aktivitas belanja dan transaksi digital.
Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi menyebutkan bahwa laporan terkait penipuan meningkat selama Ramadan.
“Data yang kami catat menunjukkan adanya sekitar 13.100 laporan penipuan dan 22.900 rekening yang dilaporkan selama 10 hari pertama Ramadan,” ujarnya dalam konferensi pers di gedung Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa tren penipuan semakin bergeser ke ranah digital sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati.
“Kami mengimbau masyarakat agar semakin waspada karena kejahatan saat ini banyak dilakukan secara digital,” kata Friderica.
Modus Penipuan Semakin Canggih
Menurut Friderica yang akrab disapa Kiki, teknologi membuat pelaku kejahatan semakin mudah menjalankan aksinya tanpa harus bertemu langsung dengan korban.
“Jika dulu pencurian membutuhkan usaha langsung, kini melalui teknologi digital pelaku tidak perlu bertemu korban untuk menguras rekening,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, OJK memperkuat sistem layanan pengaduan masyarakat melalui portal pengaduan yang dapat digunakan untuk melaporkan berbagai bentuk penipuan.
Daftar Penipuan yang Biasa Terjadi Jelang Lebaran
Berikut beberapa daftar penipuan yang biasa terjadi jelang lebaran yang perlu diwaspadai masyarakat:
1. Phishing Zakat dan Donasi Palsu
Penipu memanfaatkan tingginya aktivitas berbagi selama Ramadan dengan menyebarkan tautan donasi palsu melalui WhatsApp, SMS, email, atau media sosial.
Jika korban mengklik tautan tersebut, data pribadi dan informasi keuangan bisa dicuri oleh pelaku.
2. Undangan Buka Puasa Palsu
Modus ini dilakukan dengan mengirim file PDF atau tautan undangan berbuka puasa.
File tersebut sebenarnya berisi malware yang dapat mengakses pesan, kode OTP, hingga aplikasi penting di ponsel korban.
3. Kurir Paket Palsu
Pelaku berpura-pura menjadi kurir dan mengabarkan bahwa ada paket tertahan.
Korban kemudian diminta membayar biaya administrasi melalui link tertentu yang ternyata merupakan penipuan.
4. Promo Mudik Palsu
Penipu menawarkan tiket perjalanan atau jasa mudik dengan harga jauh lebih murah dari harga normal.
Korban biasanya diminta segera membayar uang muka karena kuota terbatas. Setelah pembayaran dilakukan, pelaku menghilang.
5. QRIS Palsu di Tempat Umum
Beberapa oknum menempelkan stiker QRIS palsu di tempat umum seperti kotak donasi, toko, atau area publik sehingga uang yang dibayarkan masuk ke rekening pelaku.
6. Skimming di Mesin ATM
Pelaku memasang alat ilegal pada mesin ATM yang minim pengawasan, terutama di rest area atau lokasi perjalanan mudik. Alat tersebut digunakan untuk mencuri data kartu ATM korban.
OJK mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran atau tautan mencurigakan, terutama menjelang Lebaran ketika aktivitas transaksi meningkat.
5 Tips Menghindari Penipuan Jelang Lebaran
Berikut ini tips jitu untuk menghindari penipuan jelang lebaran yang wajib diketahui:
1. Jangan Mudah Klik Link Mencurigakan
Hindari membuka tautan yang dikirim melalui SMS, WhatsApp, email, atau media sosial dari nomor tidak dikenal.
Link semacam ini sering digunakan dalam modus phishing untuk mencuri data pribadi maupun informasi perbankan.
2. Pastikan Keaslian Promo atau Penawaran
Saat menerima promo mudik, diskon belanja, atau undian hadiah, pastikan informasi tersebut berasal dari situs resmi atau akun resmi perusahaan.
Jangan mudah tergiur harga yang terlalu murah karena bisa menjadi modus penipuan.
3. Jangan Berikan Data Pribadi atau Kode OTP
Kode OTP, PIN ATM, atau password perbankan bersifat rahasia.
Jangan pernah memberikannya kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank atau pihak resmi.
4. Periksa QRIS dan Rekening Tujuan
Saat melakukan pembayaran digital, pastikan kode QRIS yang digunakan benar dan tidak ditempel stiker lain.
Selain itu, selalu cek kembali nama penerima sebelum melakukan transfer.
5. Gunakan Kanal Pengaduan Resmi Jika Terjadi Penipuan
Jika merasa menjadi korban atau menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan melalui kanal pengaduan resmi seperti portal pengaduan milik OJK atau pihak bank agar transaksi mencurigakan dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat lebih aman saat bertransaksi dan terhindar dari berbagai modus penipuan yang kerap meningkat menjelang Lebaran
