Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

Kisah guru yang diacungi jari tengah oleh sejumlah siswa di Purwakarta kini berujung bahagia.

Hal ini resmi disampaikan oleh pihak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yakni memberikan bantuan sebesar Rp25 juta kepada Bu Atun, guru SMA Negeri 1 Purwakarta yang sempat viral di media sosial.

Peristiwa guru yang diacungi jari tengah ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah video yang memperlihatkan aksi tidak sopan siswa beredar luas. Namun, Bu Atun memilih tetap tenang dan memaafkan para siswa tersebut.

Sikap Bijak Guru yang Diacungi Jari Tengah

Dalam pertemuan langsung, Dedi Mulyadi mengapresiasi sikap Bu Atun yang dinilai bijaksana dalam menghadapi situasi tersebut.

Ia juga menanyakan pengalaman panjang Bu Atun selama mengajar sejak tahun 2003.

“Selama ini di kelas, bagaimana karakter anak-anak?” tanya Dedi.

Menanggapi hal itu, Bu Atun menjelaskan bahwa setiap siswa memiliki karakter berbeda.

“Karakter siswa itu beragam, ada yang baik dan ada juga yang perlu pembinaan. Beberapa di antaranya memang sering saya bimbing karena memiliki masalah,” ungkap Bu Atun.

Sebagai guru yang diacungi jari tengah, ia mengaku tetap berusaha melakukan pendekatan komunikasi secara langsung kepada siswa yang bermasalah.

Tantangan Guru dan Tanggung Jawab Moral

Bu Atun menilai bahwa menghadapi siswa dengan berbagai karakter merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pendidik.

“Alhamdulillah, ada perubahan pada anak-anak tersebut meskipun prosesnya tidak mudah,” tuturnya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan bagi guru, khususnya dalam pendidikan kewarganegaraan.

“Hal seperti itu memang menjadi tantangan bagi guru PPKN,” ujarnya.

Bu Atun pun menegaskan bahwa dirinya melihat hal tersebut sebagai tanggung jawab moral.

“Semakin menghadapi anak seperti itu, saya justru merasa tertantang. Ini menjadi tanggung jawab saya, baik kepada orang tua maupun masyarakat,” katanya.

Momen Viral yang Tak Disadari

Terkait kejadian guru yang diacungi jari tengah, Bu Atun mengaku tidak mengetahui saat peristiwa itu terjadi.

“Saya cukup terkejut. Saat itu saya sedang mengajar praktik keberagaman dan tidak menyadari ada siswa yang merekam dari belakang,” jelasnya.

Meski demikian, ia telah memaafkan para siswa yang terlibat dan memilih mengedepankan pembinaan.

“Dengan kesaksian Allah, saya sudah memaafkan mereka,” tegasnya.

Bantuan Rp25 Juta Disumbangkan

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya, Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp25 juta kepada Bu Atun.

Namun, keputusan mengejutkan datang dari Bu Atun yang memilih tidak menggunakan bantuan tersebut untuk kepentingan pribadi.

“Terima kasih banyak, Pak. Niat baik ini akan saya lipatgandakan dengan menyumbangkannya kepada yayasan yatim yang saya bina,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menghormati keputusan Bu Atun.

“Kalau begitu, saya serahkan sepenuhnya kepada Ibu untuk disalurkan ke yayasan yatim,” kata Dedi.