Demo Lempar Ular di Indramayu Jadi Sorotan, Massa Kritik Kebijakan yang Dianggap Simbolis
HAIJAKARTA.ID – Aksi melempar ular dalam demontrasi Aliansi Topi Jerami di depan Pedopo Indramayu menjadi perhatian publik.
Aksi simbolis tersebut dilakukan massa sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai belum menyentuh persoalan mendasar masyarakat.
Massa Kritik Kebijakan yang Dianggap Simbolis
Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat menyebut lempar ular bukan sekadar sensasi dalam demontrasi. Menurutnya, aksi itu merupakan sindiran terhadap langkah-langkah pemerintah yang dianggap lebih bersifat simbolis.
Ia menyinggung aksi Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang sebelumnya sempat melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Massa menilai langkah tersebut belum memberikan dampat nyata bagi masyarakat.
“Simbol lempar ular ini menjadi bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang terkesan simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya,” kata Rakhmat pada Jumat, (8/5/2026).
Soroti Sampah, Pendidikan, hingga Ekonomi
Dalam aksi tersebut, Aliansi Topi Jerami membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat.
Isu lingkungan menjadi salah satu yang paling disorot. Massa aksi menilai pengelolaan sampah di sejumlah titik di Indramayu belum berjalan optimal meski lokasi pembuangan sampah telah dinyatakan legal dan dilengkapi fasilitas pendukung.
Menurut mereka, sampah yang tidak rutin diangkut justru memicu persoalan baru di tengah masyarakat.
Selain itu, massa juga menilai sejumlah program pemerintah daerah yang tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang dirasakan warga di lapangan.
Polisi Pastikan Aksi Berjalan Kondusif
Meski diwarnai aksi lempar ular, demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dan petugas keamanan.
Kasi Humas Polres Indramayu, Tarno mengatakan situasi selama aksi berlangsung aman dan kondusif.
“Alhamdulillah unjuk rasa berjalan kondusif,” kata Tarno.
Tarno menyebut puluhan ular yang dilempar massa langsung diamankan petugas gabungan.
Ular tersebut diketahui berjenis xenochrophis vittatus atau yang dikenal warga Indramayu sebagai “ular kisik”, serta ular sawah jenis Hypsiscopus plumbea.
Petugas keamanan juga sempat memberikan imbauan melalui pengeras suara agar demonstran tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Reaksi Warganet
Aksi lempar ular itu turut menuai beragam komentar dari warganet di media sosial.
“Panjang umur perjuangan” tulis akun @poen***
“Lah inimah namanya animal abuse” tulis @arakh***
“Kasian ularnya maaf next time pakai ular mainan aja bisa gak ya jangan libatkan hewan kasian mereka kan ada perasaan juga maaf kalau salah” tulis akun @meisy***
