sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Sebuah truk bermuatan pasir mengalami kecelakaan setelah menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota blitar, Jawa Timur pada Selasa, (28/4/2026) malam.

Truk tersebut kemudian dihantam Kereta Api (KA) Dhoho yang melintas di arah barat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.45 WIB saat truk bernomor polisi AG 1898 melintas di perlintasan.

Detik-detik Truk Trobos Palang Saat Sirine Bunyi

Kejadian bermula pada saat truk melintas diperlintasan namun, saat roda depan menginjak rel mesin kendaraan tiba-tiba mati sehingga truk berhenti tepat di jalur kereta.

Tak lama berselang, KA Shoho yang melaju menuju Stasiun Surabaya menghantam bagian depan kabin truk hingga ringsek parah.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno mengatakan pengemudi truk diduga memaksa melintas saat palang pintu sedang dalam proses penurunan.

“Palang pintu proses penurunan. Truk terus melaju. Tapi sampai di rel. tiba-tiba mesin (truk) mati,” kata Suratno.

Meski kecelakaan tersebut tergolong serius, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Tentang penyebab terjadinya kecelakaan sedang dalam proses penyelidikan,” katanya.

Pengemudi truk saat ini juga tengah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Seorang petugas kemanan PT KAI menyebut sopir truk sempat menyelamatkan diri sebelum tabrakan terjadi.

“Sopirnya turun dan menyelamatkan diri sebelum terjadi benturan,” kata petugas tersebut.

Sirine Sudah Berbunyi, Kereta Tak Sempat Dihentikan

sementara itu, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa sistem peringatan di lokasi telah berfungsi normal sebelum kejadian.

“Pada saat sirine peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas. Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok,” kata Tohari.

Ia menambahkan, petugas sempat berupaya menghentikan laju KA Dhoho, namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak terhindarkan. Akibat insiden tersebut, lokomotif KA Dhoho mengalami gangguan teknis.

“Lokomotif KA Dhoho mengalami gangguan akibat patah plung kran seningga kereta sempat dihentikan di lokasi kejadian. Tapi masinis dan asistennya dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Tohari juga menyayangkan tindakan pengemudi yang tetap melintas meski peringatan sudah diberikan.

“Perlintasan sedidang bukan tempat untuk mengambil risiko,” tegasnya.

Jalur Sempat Ditutup, Truk Dievakuasi

Pasca kejadian, truk sempat melintang di Jalan Imam Bonjol yang merupakan jalur utama kendaraan lintas daerah. Polisi pun menutup sementara ruas jalan karena tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat atau lebih.

Petugas terlihat memindahkan muatan pasir ke truk lain untuk memudahkan evakuasi. Sementara itu, puluhan truk bermuatan berat tampak mengantre dari dua arah.

Truk akhirnya berhasil dipindahkan lebih dari satu jam setelah kejadian, sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga jalur kereta dapat kembali dilalui.

Reaksi Warganet

Peristiwa ini juga memicu beragam reaksi dari warganet di media sosial.

“Terbukti, yg salah emang masyarakat nya yg suka nerobos palang kereta,” tulis akun @goma***

“Belum ge selesai yg di Bekasi Timur ini ngikut2?! Ingat pak ga ada yg jual nyawa COD di shopee,” tulis akun @bety3has***

“Ini knp pada ga belajar dr yg udah2 ya… sepertinya memang supir2 spt ini hrs diedukasi soal keselamatan di jalan terutama di perlintasan KA,” tulis @ste_maha***

“Lintasan KA + ketidakdisiplinan pengguna jalan umum = BENCANA,” tulis @kusnadis***